Bupati Malang Rendra Kresna Sampaikan UMKM Berbasis Digital di HUT Provinsi Jatim

Jum'at, 12-10-2018 - 13:48 WIB Bupati Malang Rendra Kresna saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi Ke-73 Provinsi Jatim di Pendapa Kabupaten Malang,  Jumat (12/10/2018). (Nana) Bupati Malang Rendra Kresna saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi Ke-73 Provinsi Jatim di Pendapa Kabupaten Malang, Jumat (12/10/2018). (Nana)

JATIMTIMES, MALANG – Bupati Malang Dr H Rendra Kresna menjadi inspektur upacara (irup) Hari Jadi Ke-73 Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahun 2018 yang digelar di halaman depan Pendapa Kabupaten Malang,  Jalan KH Agus Salim,  Kota Malang. 

Rendra dalam upacara tersebut membacakan beberapa hal krusial yang ada dan terjadi di Jatim. Khususnya mengenai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai backbone (tulang punggung) dan bufferzone (zona andalan) perekonomian rakyat. 

Keberadaan UMKM telah menjadi 'pahlawan' ekonomi bangsa dan negara selama masa krisis keuangan melanda. Kontribusinya sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi,  khususnya di Jatim. Terutama terhadap produk domestik bruto yang mencapai kisaran, 57,52 persen. 

Pertumbuhan positif tersebut terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Tercatat, sesuai data Sensus Ekonomi 2016, jumlah UMKM di Jatim mencapai 12,1 juta unit dan semuanya tidak terpengaruh oleh hingar bingar krisis ekonomi. 

Rendra Kresna saat membaca sambutan hari jadi provinsi Jatim ke-73 (Nana)

"UMKM tegar dan terus berjuang di tengah himpitan permainan ekonomi yang buas. Menjadi tulang punggung dan zona andalan yang menyelamatkan negara dari krisis ekonomi, " kata Rendra setelah upacara hari jadi Provinsi Jatim selesai,  Jumat (12/10/2018). 

Sebagai backbone dan bufferzone, UMKM tentunya patut ditingkatkan daya saingnya. Terutama di tengah derap teknologi informasi yang kian menguasai pasar saat ini. 

Untuk meningkatkan daya saing tersebut, ucap Rendra UMKM dipacu untuk masuk ke ranah atau berbasis teknologi digital. "Inilah tekad dan semangat provinsi Jatim dan tentunya Kabupaten Malang. Dalam rangka membangun ekonomi berbasis digital pada UMKM yang memiliki kekuatan dan kelenturan menghadapi berbagai krisis," ujarnya. 

UMKM berbasis digital menjadi keniscayaan. Dimana sebagian besar masyarakat usia produktif memanfaatkannya dalam berbagai aktifitas kesehariannya saat ini. Pemerintah pusat pun telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 sebagai jawaban atas fenomena global tentang revolusi industri yang dipicu pesatnya teknologi. 

Rendra melanjutkan, berbagai kebijakan serta potensi masyarakat Jatim dalam menghadapi  revolusi industri 4.0 sudah saatnya dibumikan. Hal ini didasarkan dari adanya dua aspek. Pertama,  perkembangan industri Jatim sudah mendekati 30 persen pada semester pertama. "Artinya Jatim dapat dikatakan sebagai provinsi industri," ucapnya. Kedua, revolusi industri 4.0 tidak bisa dihindari. Jika tidak ingin kehilangan peluang untuk dapat mewujudkan industri Jatim yang taguh. "Maka industri wajib terjun masuk dalam gelombang itu," imbuh Rendra. 

Di akhir sambutannya,  Rendra juga menegaskan  faktor non ekonomi,  yakni aman dan nyaman. Tidak bisa ditinggalkan dalam mewujudkan industri Jatim yang tangguh. "Faktor aman dan nyaman dibutuhkan sebagai  prasyarat situasi dan kondisi yang kondusif bagi pelaku ekonomi," pungkasnya. (*)

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close