HUT Jatim, Produk UMKM Kota Malang Dituntut Kuasai Pasar Digital

Jum'at, 12-10-2018 - 15:49 WIB Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat memimpin upacara bendera peringatan HUT Jatim ke 73 di halaman Balai Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES) Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat memimpin upacara bendera peringatan HUT Jatim ke 73 di halaman Balai Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Hari ulang tahun (HUT) atau hari jadi Provinsi Jawa Timur (Jatim) diperingati dengan upacara bendera di Kota Malang. Ada satu pekerjaan rumah yang dituntut untuk segera dituntaskan dalam peringatan itu. Yakni memacu produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Malang untuk menguasai pasar digital.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur dalam. Peringatan yang ke 73 ini merupakan momentum untuk membangun ekonomi berbasis digital, agar mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan dengan fokus pada segmen industri UMKM.

Hal tersebut sesuai dengan tema HUT tahun ini yakni Makmurkan Jawa Timur Melalui Industri UMKM Berbasis Digital. Hal tersebut menjadi tekad dan semangat Provinsi Jawa Timur ke depan. "Semangat dan tekad sehubungan dengan tema hari jadi dimaksud, sangat relevan dengan persoalan dan tantangan Jawa Timur kedepan yang tidak ringan," ujar Bung Edi, sapaan akrabnya.

Edi menguraikan, bonus demografi akan terjadi di Jawa Timur pada tahun 2019. Yakni dengan jumlah usia produktif mencapai 69,9 persen, sedangkan nasional baru terjadi pada 2028. "Hal ini juga menjadi tantangan Kota Malang yang merupakan kota terbesar kedua di Jatim," tuturnya, hari ini (12/10/2018) di halaman depan Balai Kota Malang.

Dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat di sektor e-commerce (perdagangan berbasis elektronik) dan ekonomi digital, pemerintah telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0. Road map yang disusun oleh pemerintah pusat itu merupakan tanggapan atas fenomena global tentang revolusi industri yang terjadi. 

"Adanya revolusi industri 4.0 mendorong harapan untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi industri yang tangguh di Indonesia," tegasnya. Di akhir sambutannya Wakil Wali Kota Malang berharap peringatan hari jadi tersebut juga menumbuhkan semangat masyarakat untuk mampu bersaing secara global.

Selain itu juga untuk meningkatkan kemandirian dalam membangun ekonomi di tengah kondisi global yang sangat dinamis. "Perlu saya ingatkan kembali untuk kita semua, bahwa di tengah kita membangun ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mampu tumbuh berkelanjutan," urainya. 

"Selain itu, faktor penting yang tidak boleh dihapus adalah faktor non-ekonomi, yaitu aman dan nyaman. Dibutuhkan prasyarat situasi dan kondisi yang kondusif untuk setiap pelaku ekonomi di Jawa Timur ini," pungkasnya. Edi juga menegaskan bahwa peringatan HUT itu diharapkan mampu menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta kebanggaan daerah.

Upacara bendera yang diselenggarakan merupakan sarana pendorong semangat. Terutama meningkatkan rasa memiliki dan membangun daerah serta memperkuat rasa kecintaan masyarakat di wilayah Jawa Timur dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Turut hadir pada acara tersebut adalah Ketua DPRD dan segenap anggota DPRD Kota Malang, Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten, beserta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang, Wakil Ketua TP PKK Kota Malang, Forkopimda Kota Malang, pejabat TNI-Polri, dan pejabat instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan BUMN, pemuka agama, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, serta organisasi wanita Kota Malang. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close