Tarik Ulur Pintu Masuk Wisata Bromo Tengger Semeru, Pemkab Malang: Kok Jadi Begini? 

Jum'at, 12-10-2018 - 16:16 WIB Destinasi Bromo Tengger Semeru yang masih dalam proses pembicaraan mengenai pintu masuknya nanti (Ist) Destinasi Bromo Tengger Semeru yang masih dalam proses pembicaraan mengenai pintu masuknya nanti (Ist)

JATIMTIMES, MALANG – Pembangunan kawasan penghubung destinasi wisata nasional Bromo Tengger Semeru (BTS) masih menjadi bahan pembicaraan panjang. Khususnya dalam persoalan pintu masuk ke BTS yang memiliki empat pintu. Di empat wilayah yang berbeda, yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo. 

Empat pintu masuk wisata unggulan BTS tersebut, bahkan menjadi area tarik ulur yang sampai saat ini belum terselesaikan. Bahkan, sempat mencuat kabar pintu masuk BTS hanya lewat Pasuruan dan Probolinggo saja. 

Kondisi inilah yang membuat Pemerintah Kabupaten Malang, secara langsung mempertanyakan persoalan tersebut dalam setiap pertemuan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. 

Merujuk kondisi eksisting, BTS dari sisi jarak maupun persiapan kelengkapannya, lebih condong ke wilayah Kabupaten Malang. Kelengkapan dalam menunjang BTS sebagai destinasi wisata, juga berada di lokasi Kabupaten Malang. Baik Badan Otoritas Pariwisata (BOP) BTS yang terletak di wilayah Wonosari dan Tumpang. Maupun adanya rencana yang terus berjalan dengan adanya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari. Plus ditunjang dengan keberadaan Bandara Abdurachman Saleh di wilayah Pakis. 

Berbagai faktor inilah yang membuat pintu masuk ke BTS lebih potensial melalui Kabupaten Malang. "Tapi sampai terakhir pembicaraan belum ada keputusan mengenai hal tersebut. Bahkan ada wacana pintu masuk malah di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Ini kenapa?" kata Tomie Herawanto Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Jumat (12/10/2018). 

Pertanyaan dari Pemerintah Kabupaten Malang mengenai persoalan tersebut didasarkan juga pada berbagai rangkaian koordinasi yang telah dilakukan. Baik dengan pemerintah provinsi maupun dengan pusat. 

Konektivitas pembangunan BTS sebagai proyek nasional tentunya yang menjadi perhatian Pemkab Malang juga. Berbagai pembangunan skala nasional, baik yang sudah dilakukan maupun dalam proses perencanaan, diharapkan terhubung fungsinya satu dengan yang lain. 

"Dengan berbagai faktor tersebut, kita berharap bisa jadi perhatian dari pemkab lainnya serta Provinsi Jatim. Semua tentunya untuk kemakmuran masyarakat juga," ujar Tomie. 

Tomie Herawanto Kepala Bappeda Kabupaten Malang (Nana)

Bupati Malang Rendra Kresna juga menyampaikan hal serupa mengenai BTS tersebut. Di sela-sela kesibukannya, dirinya menyampaikan bahwa efek positif BTS dengan adanya rencana KEK Singosari, bandara udara internasional dan BOP sangatlah besar. 

"Sangat besar. Karenanya perlu didukung bersama-sama. Kalau ini terealisasi maka investasi triliunan akan masuk ke Malang Raya. Eksesnya juga akan melebar ke Jatim," ujarnya. 

Rendra melanjutkan, Malang Selatan merupakan wilayah potensial dengan berbagai sumber daya alamnya. "Kelautan,  perikanan,  pertambangan,  pertanian ada semuanya. Bila BTS di konektivitaskan ke sini akan menjadi tujuan investasi," imbuh Rendra yang berharap besar proyek tersebut bisa direalisasikan. 

Editor: Sri Kurnia Mahiruni

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close