Tiba-Tiba Ada Bencana Gempa Bumi, Ratusan Siswa SMP Ar - Rahmat Kota Kediri Kaget dan Langsung Sigap

Jum'at, 12-10-2018 - 17:46 WIB Para siswa melakukan simulasi bencana gempa bumi. (eko Arif s / JatimTIMES) Para siswa melakukan simulasi bencana gempa bumi. (eko Arif s / JatimTIMES)

JATIMTIMES, KEDIRI – Bencana bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja, dan sulit diprediksi kapan terjadinya. Apabila kita cermati akhir-akhir ini, Indonesia sedang diuji dengan berbagai macam bencana yang memberikan dampak kerugian material berupa harta, benda, bahkan jiwa. 

Menjadi hal yang baik jika kalangan anak-anak Indonesia sudah mengenal dan memahami pengetahuan kesiapsiagaan tentang bencana. Dengan demikian, diharapkan terjadi pengurangan risiko munculnya korban, atau reaksi yang tepat saat ada musibah.

Untuk lebih mengenalkan tanggap bencana sejak dini, SMP Ar - Rahmat Kota Kediri bersama PMI menggelar simulasi bencana. 

Dengan sigap, siswa memperhatikan instruksi dari fasilitator PMI dan guru pembina terkait hal hal yang terjadi saat bencana gempa mulai cara pengangkatan korban sampai jalur- jalur evakuasi.

Bahkan disimulasikan akibat gempa, sejumlah siswa terlihat shock dan panik akibat kejadian tersebut. Sejumlah guru dan siswa yang sudah terlatih pun ikut sibuk menenangkan siswa akibat gempa yang diduga akan menimbulkan tsunami.

Hal tersebut merupakan salah satu adegan dalam simulasi bencana dari siswa SMP plus AR Rahmat. 

Simulasi tersebut digelar untuk pelatihan siswa SMP plus Ar-Rahmat di sekolah. Selain itu untuk melatih siswa agar tidak panik jika terjadi bencana. Dengan simulasi ini minimal mereka mendapat pengetahuan dan bisa membantu diri sendiri, keluarga dan warga.

Aminudin, Humas SMP plus AR Rahmat berharap nantinya setelah mendapat materi tanggap bencana agar para siswa lebih siap dan tanggap, sehingga meminimalisir terjadinya korban dan anak-anak bisa memberi wawasan terhadap teman temannya yang lain. 

"Kegiatan pelatihan ini baru pertama kali diadakan dan diikuti kelas 7,8,9, total 179 siswa.Kita berharap dengan adanya kegiatan ini lebih bisa meminimalisir terjadinya korban dan anak SMP Plus AR Rahmat lebih siap apabila terjadinya bencana," ungkapnya. 

Sementara itu, Wahyu Purnama Wijaya  bidang SDM PMI Kota Kediri mengatakan, pengetahuan tanggap bencana memang harus diawali dari usia dini, mulai dari SD hingga Perguruan tinggi. Khususnya dari PMI Kota Kediri akan melatih bagaimana antisipasi atau kesiapsiagaan dari anak anak khususnya siswa di sekolah untuk siap dan tanggap terhadap bencana.

"Pelatihan itu akan kita awali dari bencananya apa, bagaimana cara penanganannya dan terakhir akan kita akhiri dengan simulasi bencana. Kami berharap seluruh masyarakat minimal tahu apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana. Dengan pelatihan ini kita bisa siap dan tanggap untuk menghadapi bencana," tandasnya. 

Editor: Sri Kurnia Mahiruni

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Kediri TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close