Dispendukcapil Akan Blokir KTP-El Dewasa, Ini Alasanya

Jum'at, 12-10-2018 - 18:26 WIB Kepala Dispendukcapil Tulungagung, Justi Taufik (foto : joko pramono/ TulungagungTIMES) Kepala Dispendukcapil Tulungagung, Justi Taufik (foto : joko pramono/ TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Data kependudukan dewasa yang belum lakukan perekaman KTP Elektronik (KTP-el) hingga akhir tahun ini akan diblokir. Hal itu setelah Kementerian Dalam Negeri keluarkan instruksi mengenai hal itu. 

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Tulungagung, Justi Taufik.
Pemblokiran data penduduk ini dilakukan terhadap warga masyarakat yang usianya minimal 23 tahun, namun belum melakukan perekaman. Hal ini dilakukan guna mewujudkan data kependudukan yang lebih berakurat menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

“Jadi mereka yang sudah dewasa namun tidak melakukan perekaman bakal dilakukan pemblokiran,” ungkap pria penyuka olahraga catur itu..
Pemblokiran data kependudukan, menurut Justi sangatlah berdampak bagi warga. Pasalnya segala urusan administrasi nantinya selalu menggunakan KTP-el. Semisal urusan perbankan, BPJS hingga urusan administrasi Kepolisian.

“Batasan untuk melakukan perekaman hingga 31 Desember mendatang. Dan bagi mereka yang sudah diblokir datanya, bisa mendatangi kantor Dispendukcapil untuk mengaktifkan kembali dengan melakukan perekaman,” paparnya.

Dari data yang dimiliki olehnya, untuk Kabupaten Tulungagung, dari jumlah penduduk sekitar 1.109.237 orang, yang wajib untuk memiliki KTP -el dengan batas minimal usia 17 tahun sekitar 863.606. Dari jumlah penduduk yang wajib ber KTP, semuanya sudah melakukan perekaman. 

“Bagi warga yang wajib memiliki KTP-el, 100 persen semuanya sudah melakukan perekaman,” ujarnya.
Lebih lanjut Justi menuturkan,  untuk jumlah warga yang sudah melakukan perekaman KTP-el hingga September, tercatat sekitar 878.852 orang. Jumlah ini melebihi dari jumlah warga yang wajib memiliki KTP-el. Sebab, dalam melakukan perekaman tidak hanya warga yang berusia minimal 17 tahun, namun juga ada yang masih berusia 16 tahun.

“Kita layani perekaman bagi warga yang belum cukup usia atau kurang dari 17 tahun, namun KTP-el tidak bisa langsung dicetak karena belum cukup usia,” tandss pria berkumis tipis itu.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close