Operasi Gabungan, Puluhan Truk dan Motor Ditilang

Jum'at, 12-10-2018 - 19:02 WIB Petugas saat melakukan giat opsgab di Terminal Gayatri (foto : joko pramono/ TulungagungTIMES) Petugas saat melakukan giat opsgab di Terminal Gayatri (foto : joko pramono/ TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, Dishub KabupatenTulungagung dan Satlantas Polres Tulungagung lakukan operasi gabungan, Jumat (12/10). Operasi gabungan dilakukan di Terminal Gayatri Kabupaten Tulungagung dengan menyasar kendaraan angkut barang dan orang, baik roda 2 maupun roda 4.

Hasilnya, sejumlah kendaraan bermotor melakukan pelanggaran dimensi dan administrasi. Puluhan kendaraan harus dikenai sanksi tilang dan beberapa kendaraan harus diangkut oleh Satlantas Polres Tulungaagung lantaran tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan modifikasi yang dianggap berbahaya.

“Banyak kejadin kecelakaan di Kabupaten Tulungagung, untuk mengantisipasi itu kita operasi gabungan,” ujar Kabid Keselamatan Jalan Dishub Tulungagung, Widjanarko.

Ditambahkan oleh Widjanarko, setiap kendaraan yang melintas di depan Terminal Gayatri diarahkan masuk kedalam terminal untuk diperiksa dimensi, kelaikan jalan dan kelengkapan surat kendaraan. Hasilnya untuk kendaraan angkut barang dan orang, 26 kendaraan harus ditilang.

“Dari 271 kendaraan yang diperiksa, kita temukan tidak layak dan over dimensi sekitar 26 kendaraan,” imbuh pria paruh baya itu.

Rincianya, 1 kendaraan angkutan barang dinilai tidak laik jalan, 1 kendaraan angkut orang melakukan pelanggaran trayek, yaitu kendaraan asal Malang melakukan operasional di Kbupaten Tulungagung. Sisanya pelanggaran dimensi kendaraan.

Untuk kendaraan yang tidak laik jalan biasanya berupa ban yang sudah halus, peralatan keselamatan yang tidak berfungsi dengan baik seperti rem atau penerangan dan lampu signal yang tidak berfungsi.

Untuk kendaraan yang melanggar dimensi, seperti pada bak angkutnya, maka pihaknya menandai kendaraan itu. Pada saat uji KIR, kelebihan dimensi itu harus dihilangkan atau bisa melakukan uji KIR.

“Nanti muaranya ke situ (uji KIR),” tandas Widjanarko.

Sementara itu KBO Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Bowo Tri mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemberian sanksi, berupa penilangan pada lebih dari 50 kendaraan yang ketahuan melakukan pelanggaran pada operasi gabungan itu. Pelanggaran didominasi pengendara yang tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM)

“Pengendara yang tidak memiliki SIM tidak layak atau tidak diberi izin untuk mengendarai kendaraan bermotor,” kata pria ramah itu.

Pihaknya juga menahan kendaraan yang tidak sesuai dengan spektek lantaran dianggap berbahaya dan mengancam keselamatan pengendara di jalan. Selain itu 1 kendaraan tanpa STNK juga ditahan. Total ada 3 kendaraan roda 2 yang ditahan oleh Satlantas Polres Tulungagung pada operasi gabungan kali ini.

“Kita menahan 2 kendaraan yang tidak sesuai spektek dan 1 kendaraan yang tidak dilengkapi STNK,” pungkas Ipda Bowo Tri.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close