Dapat Predikat Terbaik, Pemkab Tulungagung Minta Tambahan Kuota Haji

Jum'at, 12-10-2018 - 19:28 WIB Jama Jama'ah Hajibasal Tulungagung yang mendapat predikat terbaik (foto : Joko Pramono/tulungagungtimes)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Penyelenggaraan ibadah haji Tulungagung tahun 2018 menuai prestasi yang luar biasa. Betapa tidak, Jamaah haji asal Tulungagung dinobatkan sebagai jamah haji terbaik di tingkat nasional bahkan internasional. Jamaah haji asal Tulungagung terkenal disiplin dalam menjalankan ibadah haji.

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo dalam tasyakuran haji Tulungagung yang dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (11/10). “Jama’ah haji asal Tulungagung terbaik karena menurut terhadap tata tertib,” ujar Maryoto Birowo.

Dirinya berharap dengan predikat terbaik ini, Kabupaten Tulungagung mendapatkan kuota jama’ah haji. Mengingat di kota marmer saat ini antrean ibadah haji mencapai 23-24 tahun.

“Dengan prestasi ini hendaknya nanti ditambah kuota sehingga memperpendek jarak antara daftar dan berangkat,” harap Maryoto Birowo.

Untuk tahun ini jumlah jama’ah haji asal Tulungagung yang berangkat ke tanah suci sebanyak 1.099. Dari jumlah itu 5 jamaah haji meninggal dunia dengan rincian 1 jama’ah haji meninggal sebelum berangkat dan sisanya meninggal di tanah suci Mekah Al Mukaromah.

Hal senada juga disampikan ole Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Supriyono. Dia juga mengapresiasi terhadap pihak-pihak yang dengan kerjasamanya bisa meraih predikat ini. “Tulungagung mendapat predikat jama’ah haji terbaik tahun ini dari kemenag dari sisi kepemimpinan, ketertiban dan rukun-rukunya terpenuhi,” kata politisi asal PDI-P itu.

Dirinya juga berharap agar Pemkab bersama-sama dengan Kemenag melakukan lobby ke pimpinan ke Provinsi maupun pusat untuk meminta tambahan kuota jama’ah haji asal Tulungagung. Selain itu dirinya juga meminta fasilitas untuk jama’ah haji asal Tulungagung juga ditingkatkan. “Prestasi itu harus dihargai karena itu sebagai penyemangat,” tutur Supriyono.

Fasilitas yang dimaksud ialah kualitas obat bagi jama’ah haji yang dinilai buruk oleh Supriyono. Dirinya meminta kepada pemerintah agar memberikan obat yang kualitasnya lebih baik, mengingat cuaca di tanah suci lebih ekstrem dibanding tanah air.

“Obat dan vitamin yang dibawa kesana harus ditingkatkan karena adanya perbedaan cuaca yang ekstrem  antara Tulungagung dan tanah suci,” ujar Supriyono.

Setidaknya kualitas obat bagi jama’ah haji kualitasnya disesuaikan dengan kualitas di Arab Saudi. Pemerintah juga diminta untuk memperhatikan petugas TPHD, petugas kesehatan tidak mendapat bantuan atau support dari Pemerintah. Perhatian ini perlu agar nantinya prestasi yang sudah diraih bisa dipertahankan.

“TPHD, Petugas Kesehatan dan lain-lain itu support dari pemerintah tidak ada, misalnya bantuan-bantuan uang saku dan transport itu tidak ada,” katanya dengan tegas.

Padahal tunjangan atau bantuan bagi TPHD dan petugas kesehatan sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah (perda) Tulungagung tentang penyelenggaraan haji.

Dirinya berjanji dalam pembahasan APBD 2019 nantinya akan mengusulkan adanya tambahan atau tunjangan bagi TPHD dan petugas kesehatan dalam penyelenggaraan haji.

“Kami akan kondisikan ada peningkatan seperti memberikan tambahan fasilitas bagi pendamping dan patugaslainya dari Tulungagung,” tandas pria yang masih membujang itu.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close