Belajar dari Kebiasaan Buruk Korban Pembunuhan di Malang, Hal-Hal Berikut Sebaiknya Anda Hindari

Sabtu, 03-11-2018 - 08:26 WIB Kondisi ruko milik Karim Mullah korban perampokan dan pembunuhan yang didatangi petugas penyidikan Polres Malang guna keperluan olah TKP, Kecamatan Pakisaji (Foto : Dokumen MalangTIMES) Kondisi ruko milik Karim Mullah korban perampokan dan pembunuhan yang didatangi petugas penyidikan Polres Malang guna keperluan olah TKP, Kecamatan Pakisaji (Foto : Dokumen MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Warga Dusun Segaran Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji mendadak gempar, Jumat (2/11/2018) dinihari. Kegaduhan terjadi setelah salah satu tetangga mereka yang bernama Karim Mullah atau yang akrab disapa Dullah, tewas mengenaskan. Diduga kuat korban meregang nyawa usai dirampok oleh kawanan penjahat.

Dari penelusuran MalangTIMES, semasa hidupnya korban memang memiliki sederet kebiasan buruk, yang dapat memicu kejahatan. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya. 

Pria 58 tahun itu, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi luka parah di bagian kepala dan leher. Korban ditemukan bersimbah darah di toko miliknya. Selain itu,  sepeda motor Honda Vario nopol N-5215-AA milik korban juga raib dibawa kawanan perampok bringas tersebut.

Hasil penjualan toko yang menjajakan beberapa kebutuhan sembako itu, selama ini sering tidak disimpan oleh Dullah. Uang tersebut, biasanya hanya ditaruh di atas etalase. Alhasil, toko yang berlokasi di daerah ramai pengguna jalan ini, sering kedatangan pembeli yang bisa dengan leluasa melihat uang milik seorang duda tersebut.

Tidak hanya itu, sepeda motor berwarna putih miliknya juga sering diparkir di teras depan. Alasannya untuk berjaga-jaga jika ada pembeli yang minta diantarkan gas LPG.

Maklum saja, korban memang menerima layanan antar jemput tabung gas kepada tetangga sekitarnya. “Warga sering mengingatkan untuk lebih berhati-hati, namun korban sering mengabaikan. Dia (korban) justru membantah jika tidak punya musuh, jadi tidak perlu khawatir,” terang Totok Narianto ketua RT setempat, Sabtu (3/10/2018).

Totok menambahkan, selama ini korban memang dikenal tangguh saat berjualan. Toko yang setiap harinya nyaris buka 24 jam ini, mulai beroprasi sekitar pukul 08.00 WIB dan baru tutup pada pukul 03.00 WIB. Biasanya, banyak pengunjung yang membeli rokok lantaran toko milik duda tersebut, buka hingga larut malam. 

“Semasa hidupnya Dullah dikenal baik dan suka menyapa warga, namun pihaknya dikenal tertutup dan enggan mengikuti kegiatan sosial di lingkungannya,” imbunya.

Sementara itu, usai diotopsi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, jenazah Dullah dikembalikan ke pihak keluarga. Informasi yang dihimpun MalangTIMES, korban bakal disemayamkan di Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang. Perlu diketahui, pria yang berusia lebih dari setengah abad ini, memang penduduk asli Jalan Zaenal Zakse (daerah kebalen).

Adik korban Asmaul menuturkan, anak kedua dari 5 bersaudara ini, sempat mengarungi bahtera rumah tangga beberapa puluh tahun lalu.

Setelah menikah, Karim Mullah sempat tinggal bersama istrinya di Jalan Puter Utara Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Dari pernikahannya tersebut, dia dikaruniai empat orang anak. “Sekitar tahun 1990 lalu, keduanya memutuskan untuk berpisah,” kata Asmaul.

Pasca kejadian itu, Dullah memilih untuk membuka toko di Dusun Segaran. Sedangkan keempat anaknya, memilih tinggal bersama istrinya. “Saya tidak menyangka Mullah bakal menjadi korban pembunuhan dan perampokan, sebab beberapa bulan lalu kami sempat bertemu,” pungkasnya.

 

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close