Sebut Banser Cebong Serta Lecehkan Ketua Ansor, Sebuah Akun Facebook Dipolisikan

Sabtu, 03-11-2018 - 15:02 WIB Masyarakat yang mengatasnamakan Masyarakat Cinta Indonesia mengadukan akun FB Herman Jenggot Harlan ke Polres Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTIMES) Masyarakat yang mengatasnamakan Masyarakat Cinta Indonesia mengadukan akun FB Herman Jenggot Harlan ke Polres Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Sejumlah orang mengatasnamakan Masyarakat Cinta Indonesia (MCI), hari ini (3/11/2018) akan melaporkan sebuah akun media sosial Facebook yang memposting sebuah ujaran kebencian di laman Facebooknya.

Akun yang diketahui bernama Herman Jenggot Harland, memposting sebuah kata-kata yang begitu provokatif, yakni menuliskan "Para gerombolan banser cebong bukan beragama islam, gerombolan banser cebong agamanya, Alfateka, Astakfirwohh, Wakalakatala ila billilah," tulis pada postingan tanggal 23 Oktober 2018 lalu.

Tak haya memposting tulisan kata-kata tersebut, akun Herman Jenggot Harlan juga ikut menyertakan sebuah foto bergambar Jokowi, KH Ma'ruf Amin dan juga Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, yang diedit dengan mengubah wajah mereka dengan hal yang tak pantas.

Wajah Jokowi dan KH Ma'ruf Amin wajahnya diedit dengan serupa zombie, sedangkan wajah Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas diubah selayaknya Dajjal yang memiliki satu mata.

Melihat hal itu, Moh Nur Junaidi Amin, Ketua PC GP Ansor Kota Malang mengungkapkan, bahwa hal ini merupakan bentuk pelecehan yang sangat keterlaluan. Sebab ujaran kebencian yang diposting itu tentu akan memperkeruh suasana atau kondusivitas, terlebih lagi saat ini memasuki tahun-tahun politik dan bisa memicu perselisihan.

"Sebenarnya persolan ini menurut kami tak perlu terjadi, karena bisa menimbulkan konflik di masyarakat. Seorang tokoh Ketua Ansor, satunya seorang calon presiden dan calon wakil presiden yang notabene adalah ulama NU, sehingga ini tak bisa dibiarkan. Kalau dibiarkan, maka bisa saja merembet ke yang lain untuk tidak menghormati orang lain," jelasnya.

Lanjutnya, diteliti lebih lanjut, akun ini memang dalam setiap postingannya, kebanyakan bernilai postingan yang provokatif dan mengkritisi terhadap pemerintahan saat ini.

 

"Seperti apa dan bagaimana sudah jelas postingannya provokatif. Kita tak bisa mengatakan dia berpihak satu kubu atau tidak, namun arahnya kesana. Ini proxy war yang harus diwaspadai," jelasnya.

Sejauh ini, tidak ada upaya dari pihak Ansor Kota Malang untuk mengirimi pesan klarifikasi kepada akun Herman Jenggot Harlan tersebut. Pihaknya menegaskan, hal itu tidaklah perlu. Sebab dengan memosting hal tersebut, tentunya yang bersangkutan sudah mengetahui implikasi hukum dari postingannya.

"Ini negara hukum, ya kita dorong ke ranah hukum, kita nggak ngomong Jokowi atau Prabowo, bukan urusan kita, tapi Hate Speech yang kebetulan di sini ada presiden yang harus kita junjung, kemudian Rais Am PBNU dan juga  Ketua Ansor, pasti nggak terima," bebernya.

Untuk sementara, saat ini pihaknya masih bersifat melakukan konsultasi dan pengaduan ke Polres Malang Kota. Namun pada Senin (5/11/2018), pihaknya berencana bakal kembali ke Polres Malang Kota untuk secara resmi melaporkan akun Herman Jenggot Harlan.

Di sisi lain, Khodimul Majelis Hikmah Islam Hisa Al Ayyubi menambahkan hal senada dengan Ketua Ansor Kota Malang. Ia mengatakan, karena hal ini memang sudah masuk kategori pelecehan, terlebih lagi yang dilecehkan adalah tokoh NU dan Islam, tentu pihaknya bersama masyarakat lain merasa tak terima akan perbuatan dari sebuah akun bernama Herman Jenggot Harlan itu.

"Karena ini sudah masuk ranah hukum dan pelecehan kita sebagai orang NU dan Islam tidak terima, kita sama teman-teman ke polresta untuk membawa hal tersebut ke hukum," jelasnya.

Sementara itu, terkait postingan ujaran kebencian dari Herman Jenggot Harlan, saat ini sudah tak terlihat lagi di beranda Facebooknya karena sudah dihapus. Namun ketika dilihat lebih jauh, postingan lainnya juga mengandung nada provokasi.

Akun dari Herman Jenggot Harlan sendiri dari biografi yang tertera pada akun Facebooknya, nampaknya berasal dari daerah Medan. Itu terlihat dari informasi yang tercantum jika akun tersebut pernah belajar di STT dan Politeknik Poli Profesi Medan.

Dari hasil analisa, akun tersebut nampaknya memang bukanlah sebuah akun fake atau akun yang baru dibuat untuk membuat postingan tersebut. Hal ini terlihat dari jumlah foto yang diunggah dan jumlah pertemanan yang cukup banyak yakni sekitar tiga ribu pertemanan.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close