Bikin Baper dan Nangis, Beginilah Keseharian Mantan Wali Kota Malang Abah Anton di Tahanan

Sabtu, 03-11-2018 - 16:29 WIB Mantan Wali Kota Malang, M. Anton atau yang akrab disapa Abah Anton saat menikmati sayur bayam di dapur Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong Sidoarjo beberapa waktu lalu (Istimewa) Mantan Wali Kota Malang, M. Anton atau yang akrab disapa Abah Anton saat menikmati sayur bayam di dapur Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong Sidoarjo beberapa waktu lalu (Istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Pasca ditetapkan sebagai tersangka dan dijatuhi vonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Agustus lalu, mantan Wali Kota Malang, M. Anton atau yang akrab disapa Abah Anton telah menjalani masa hukumannya di Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong Sidoarjo

Sudah beberapa bulan mendekam di balik jeruji, ternyata pengusaha tebu itu memiliki keseharian yang tak jauh berbeda saat ia masih menghirup udara bebas.

Beberapa sumber MalangTIMES menyebutkan, Anton setiap hari beraktivitas layaknya kehidupan sehari-hari sebelum ia tersandung kasus korupsi. Dia juga dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan kerap bersosialisasi dengan seluruh penghuni Lapas Kelas 1 Surabaya. Berat badannya pun tak mengalami kenaikan ataupun penurunan.

Bahkan dalam beberapa foto yang beredar di pesan singkat WhatsApp, tampak terlihat Abah Anton tengah asyik menikmati sayur bayam yang ia letakkan di atas piring. Dalam foto yang diambil sekitar dua minggu lalu itu, Anton terlihat segar dengan hanya mengenakan celana kolor berwarna orange dan bertelanjang dada. Foto tersebut kemungkinan diambil saat Anton usai berolahraga.

"Abah Anton itu setiap habis Salat Subuh memang lari pagi mengitari lapangan rutan, selanjutnya sering mampir ke dapur rutan dan memakan makanan yang dimasak di sana. Kalau adanya bayam ya bayam, kalau ada pecel ya pecel," terang sumber MalangTIMES.

Meski dikenal sebagai mantan Wali Kota Malang, menurutnya Anton masih tetap banyak bergaul seperti sebelumnya. Dia pun memiliki banyak teman untuk mengobrol dan sosialisasi setiap melakukan aktivitasnya. Belum lama ini, ia bahkan menyembelih seekor kambing untuk dinikmati bersama-sama dengan warga Rutan Medaeng. Selain itu, Anton juga dikatakan semakin rajin beribadah.

Sementara itu, Ketua RW 1 Kelurahan Tlogomas, A. Aziz Maulana menambahkan, setiap satu pekan sekali, ada banyak kelompok warga di lingkungan tempat tinggal Anton yang sengaja menengok kondisinya di Lapas Kelas 1 Surabaya. Termasuk hari ini, Sabtu (3/11/2018) ada belasan warga yang berombongan menuju Surabaya.

Menurutnya, silaturahim yang dilakukan itu atas inisiatif warga, ketua RW beserta tokoh masyarakat. Pertemuan tersebut menurut Aziz hanya sekedar jagongan biasa yang dilakukan bersama dengan Anton. Karena sebelum ditahan, menurutnya Anton sering bercengkerama dengan warga untuk membahas berbagai tema pembicaraan.

"Abah mulai saat jadi Ketua RW Tlogomas, Wali Kota Malang, hingga jadi mantan Wali Kota Malang itu nggak pernah berubah. Kalau kami ke sini (Rutan Medaeng) pasti jagongan kayak biasanya dan guyon (bercanda; red) kayak biasa," terangnya saat dihubungi MalangTIMES.

Dia juga bercerita jika Abah Anton banyak dikenal oleh penghuni rutan. Karena sejak dari dulu, Anton memang dikenal sebagai sosok yang suka bergaul dengan siapapun. Sehingga saat berkunjung ke rutan, ia pun turut banyak disapa oleh warga Lapas setempat. Hal itu pun membuat ia merasa lega, karena menurutnya sosok Anton tak pernah berubah dengan kondisinya sekarang.

"Abah kan memang suka blusukan ya, jadi ya begitu banyak temannya di sana. Alhamdulillah Abah sangat sehat kondisinya. Tadi pas ke sana kami juga ketemu sama keluarga Abah beserta istrinya, dan ngobrol-ngobrol kayak biasanya," ungkapnya.

Menurut Aziz, Abah Anton juga masih sering berpesan agar warga di Kelurahan Tlogomas terus memantau perkembangan Kota Malang. Selain itu juga diminta untuk aktif melihat perkembangan pembangunan Kota Malang. Karena ada beberapa program yang masih belum sempat ia tuntaskan.

"Seperti program CCTV salah satunya, Abah itu berharap agar program itu dapat direalisasikan. Termasuk juga dengan kesejahteraan warga selalu ditanyakan kepada kami saat kami berkunjung," pungkasnya.

Sebelumnya, Anton telah dinyatakan terbukti bersalah karena terjerat kasus suap dalam pembahasan APBD perubahan Pemkot Malang tahun anggaran 2015. Dia pun divonis hukuman penjara selama dua tahun. Anton juga kehilangan hak pilihnya selama dua tahun, sebagai bagian dari hukuman yang harus ia terima.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close