Janda ini Ngutil Barang di Pasar, Lalu Dilepas Polisi, Kenapa?

Selasa, 06-11-2018 - 19:29 WIB Pelaku Suwanah saat dimintai keterangan di Polsek Tumpang akibat aksi pencurian yang dilakukan di pasar setempat, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES) Pelaku Suwanah saat dimintai keterangan di Polsek Tumpang akibat aksi pencurian yang dilakukan di pasar setempat, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Janda asal  Krajan Barat Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini, hampir menjadi bulan-bulanan massa. Penyebabnya, janda yang diketahui bernama Suwanah ini kedapatan sedang melakukan aksi pencurian di pasar Tumpang, Selasa (6/11/2018). Beruntung, dia terselamatkan dar amukan pengunjung pasar karena  kesigapan aparat kepolisian yang segera datang ke lokasi kejadian.

Kapolsek Tumpang AKP Yusuf Suryadi, menjelaskan kejadian kondisi Pasar Tumpang selalu ramai dipadati pengunjung itu dimanfaatkan oleh Suwanah untuk melancarkan aksi pencurian. "Barang dagangan milik korban dicuri, total ada lima orang korban yang disasar pelaku,” terang Yusuf kepada MalangTIMES.

Dari pendalaman polisi, diketahui pelaku melancarkan aksinya sendirian. Suwanah berangkat dari rumah menuju pasar dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Setibanya di lokasi kejadian, wanita yang kesehariannya bekerja sebagai wiraswasta ini, langsung bergerilya mendatagi lapak satu persatu.

Salah satu lokasi yang dijadikan sasaran adalah toko yang menjual barang pecah belah, yang bernama “Japrul”. Saat itu, pemilik toko yang diketahui bernama Khomarul Effendi, warga Jalan Madyo Utomo Desa/Kecamatan Tumpang, tidak mengetahui jika sebagian barang dagangannya di kuras pelaku. “Dalam melancarkan aksinya, Suwanah berpura-pura menjadi pembeli, jadi tidak ketahuan jika niatnya adalah mencuri,” sambung Yusuf.

Yusuf menambahkan, sama halnya seperti pembeli pada umumnya, Suwanah seolah-olah berminat untuk membeli barang di toko milik korban. Ketika terlena saat diajak mengobrol,  pelaku langsung menggasak beberapa barang dan dimasukkan ke dalam tas plastik yang dia bawa.

Ketika merasa sudah cukup. Suwanah lantas bergegas kabur meninggalkan pasar yang dipadati pengunjung tersebut. Namun, sesaat sebelum berhasil kabur jauh, salah satu korban menghadang pelaku. “Korban sempat melihat aksi pencurian dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di tokonya, kemudian berupaya mengejar pelaku,” imbuh Yusuf.

Semula Suwanah sempat membantah dugaan tersebut. Namun warga yang geram lantas mengeledah sepeda motor milik pelaku. Saat itu, pemilik toko menemukan berbagai barang mencurigakan, salah satunya barang dagangannya yang dia jual.

Anggota Polsek Tumpang yang mengetahui kegaduhan ini, lantas mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan Suwanah. Dari tangan pelaku, petugas mendapatkan beberapa barang bukti, yakni Hand Mixer merk Miyako, cetakan kue, rok model Celana warna abu-abu merk salsa, kain batik merk sultan adil, hem terusan wanita motif batik, 4 pasang baju anak, satu celana olah raga, 2 baju wanita, sepasang sepatu balita dan sebuah bantal, yang dimasukkan kedalam lima tas plastik. “Pelaku mengakui jika barang tersebut, merupakan hasil curian,” kata Yusuf.

Dari keterangan beberapa saksi, pelaku diduga sering melancarkan aksi serupa. Namun dihadapan penyidik pelaku membantah dugaan tersebut. Suwanah menuturkan, jika aksi nekat itu baru pertama dilakukan. Alasannya untuk memenuhi kebutuhan anak kandung dan anak yatim yang dia asuh sebatang kara. Maklum saja, selama ini pelaku memang seorang janda.

Mengetahui hal ini, kelima korban dan ketua paguyuban Pasar Tumpang akhirnya memutuskan untuk mencabut berkas laporan. Meski sempat hendak dilimpahkan ke Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (UPPA) Polres Malang, petugas kepolisian akhirnya terpaksa membatalkan upaya tersebut. “Mereka (korban) bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut, alasannya karena kasihan kepada pelaku yang seorang janda dan mempunyai tanggungan merawat anak dan yatim. Dalam mediasi tersebut, pelaku diminta agar tidak mengulangi kejadian serupa (mencuri),” tutup Yusuf.

 

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close