Setiap Kamis, Belajar Mengajar di Jombang Gunakan Bahasa Jawa

Kamis, 08-11-2018 - 11:24 WIB Siswa Kelas IV SDN Pandanwangi saat proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan bahasa Jawa. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES) Siswa Kelas IV SDN Pandanwangi saat proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan bahasa Jawa. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JATIMTIMES, JOMBANG – Bahasa Jawa kini mulai diterapkan di semua sekolah dasar (SD) di Kabupaten Jombang. Hal ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan bahasa Jawa sekaligus untuk membentuk siswa yang berkarakter. 

Seperti yang terlihat di SDN Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Kamis (8/11) pagi. Bahasa Jawa sudah mulai diterapkan oleh semua guru saat proses belajar mengajar di sekolah tersebut. 

Ppantauan di lokasi, siswa kelas IV SDN Pandanwangi terlihat menggunakan bahasa Jawa saat berinteraksi dengan guru pada jam pelajaran bahasa Indonesia, pagi itu. "Buk kulo dereng ngerti (Bu saya belum paham, red)," ucap Nita Istiqomah, siswa kelas IV SDN Pandanwangi saat bertanya di dalam kelas. 

Penggunaan bahasa Jawa ini, menurut Kepala SDN Pandanwangi Sumariyono, mulai diterapkan hari ini di sekolahnya. Meskipun, dalam surat edaran kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, bahasa Jawa baru diterapkan pada semester 2 di tahun ajaran 2018-2019. "Menurut program dari dinas pendidikan, setiap Kamis (penerapan bahasa Jawa, red)," ujar Sumariyono saat diwawancarai, Kamis (8/11).

 Selain itu, penerapan bahasa Jawa ini juga memengaruhi perubahan sikap dan perilaku para siswa dalam kehidupan sehari-hari. "Insya Allah berbahasa Jawa ini memengaruhi juga karakter anak. Dalam tingkah laku saja, bahasa Jawa ini seolah-olah bahasa tubuhnya juga mengikuti. Contohnya, nyuwun sewu (bahasa Jawa, red) dan permisi. Kalau kita menggunakan kata 'nyuwun sewu', otomatis bahasa tubuh langsung menunduk," paparnya. 

Lebih lanjut, Sumariyono juga menerangkan, para guru diwajibkan menggunakan bahasa Jawa saat memberikan materi pelajaran di setiap hari Kamis. "Ya, mengajarnya menggunakan bahasa Jawa di hari itu. Semua mata pelajaran," ucapnya. 

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang Budi Nugroho menandaskan, penerapan bahasa Jawa di lingkungan pendidikan merupakan instruksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui peraturan gubernur tentang mata pelajaran bahasa Jawa sebagai muatan lokal.  "Itu adalah tindak lanjut dari surat edaran gubernur dan kini kita seriusi," ungkapnya. 

Budi juga menegaskan, pentingnya bahasa Jawa diterapkan di sekolah adalah untuk mengingatkan kembali jati diri orang Jawa. Itu sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa dan juga untuk membangun karakter para siswa. "Bahasa Jawa ini kita anggap penting untuk dihidupkan kembali agar tidak hilang. Jati diri orang jawa ya. Ini juga untuk pendidikan karakter anak," pungkasnya.(*)

 

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jombang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close