Punya Puluhan Ribu Siswa Kreatif, Disdik Kota Malang Wajibkan Sekolah Miliki Website

Kamis, 08-11-2018 - 16:36 WIB Salah satu operator sekolah saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Peingkatan Karir Berbasis Online di Hotel Ollino Garden, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES) Salah satu operator sekolah saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Peingkatan Karir Berbasis Online di Hotel Ollino Garden, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Telah dikenal sebagai kota pendidikan, Kota Malang terus memaksimalkan potensi yang ada. Termasuk mewadahi kreativitas ribuan siswa yang bersekolah di kota dingin ini. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang pun memulai terobosan baru untuk sekolah dalam bidang teknologi informasi.

Kepala Disdik Kota Malang Dra Zubaidah MM mengungkapkan, pihaknya tengah menginstruksikan seluruh sekolah di wilayah itu untuk wajib memiliki website. Situs yang dikelola dengan baik, menurutnya bisa menjadi wadah publikasi kreativitas-kreativitas siswa dan kegiatan sekolah. 

"Semua sekolah harus mempunyai website. Siswa nanti diajak membuat video, menulis dan lain-lain. Sehingga kalau main internet tidak lagi mengarah ke hal-hal negatif," ujar Zubaidah saat membuka kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan melalui Sosialisasi Peningkatan Karir Berbasis Online, hari ini (8/11/2018). 

Dia menguraikan, pemanfaatan internet yang diimplementasikan dalam website sekolah akan jauh lebih bermanfaat dalam proses pembelajaran dan penyampaian informasi. Zubaidah juga menegaskan bahwa sekolah boleh mencantumkan kebutuhan dana pembuatan website di rencana kerja dan anggaran (RKA) sekolah. "Itu (pembuatan website) dianggarkan di BOS (bantuan operasional sekolah), baik Bosnas maupun Bosda," terangnya.

Saat ini, lanjut Zubaidah, sebagian sekolah sebenarnya telah memiliki laman khusus. Namun sebagian masih belum dikelola secara optimal. Disdik Kota Malang sendiri membawahi sekitar 333 sekolah setingkat SD dan 133 sekolah setingkat SMP. "SD Sukun misalnya, sudah ada web-nya dan masuk jaringan gratis," papar Ida, sapaan akrabnya.

Ida menegaskan, agar pengelolaan bisa baik, maka akan ada evaluasi berkala yang dilakukan disdik. "Nanti akan ada penilaian, mana yang aktif update data, mana yang sudah bikin web, bisa ada penghargaan. Kalau tidak punya web atau malas meng-upload data, pegawainya dipertanyakan. Masih mau bekerja atau sudah mau istirahat," pungkasnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close