Napi Pencabulan Anak Lapas Blitar Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kamis, 08-11-2018 - 17:50 WIB Ilustrasi.(Foto : Tribunnews) Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)

JATIMTIMES, BLITAR – Kepolisian Resort Blitar Kota melakukan penyelidikan tewasnya M.Rio Suhendra, narapidana Lapas Kelas II B Blitar. 

Penyelidikan ini setelah keluarga Rio yang terpukul melapor ke kepolisian.

"Sekarang masih proses penyelidikan. Menunggu hasil otopsi dari Rio. Kemarin kami sudah selesai melakukan otopsi," ucap Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Kamis (8/11/2018).

Dikatakan, selain otopsi polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tempat napi ini terjatuh dari tembok gedung aula dengan ketinggian 4-5 meter itu. 

“Saat itu ada petugas yang menyaksikan jatuhnya napi kita mintai keterangan dan juga saksi lainnya,” katanya.

Menurut dia, napi ini hendak melompar dari sisi tembok gedung aula ke arah tembok pembatas luar LP yang jaraknya sekitar 4 meter. 

Dikira kalau jarak itu cukup dekat dan bisa digunakan untuk kabur  dengan melompat.

“Katanya, dia seperti terbang, lalu jatuh ke tanah. Kami masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian napi itu,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Rio mencoba melarikan diri dari LP dengan memanjat pagar besi setinggi 5 meter. Setelah memanjat pagar besi, Rio merusak atap aula. 

Lalu, Rio berusaha melompat dari pagar besi ke pagar tembok luar LP. Tapi, saat melompat dari pagar aula ke pagar tembok luar LP, Rio terjatuh

Pada Minggu (4/11/2018), petugas LP sempat melakukan reka ulang kasus percobaan kabur Rio. 

Saat reka ulang, Rio sempat mempraktikkan cara memanjat pagar besi. Rio masih terlihat sehat.

"Keluarganya juga kami beritahu, padahal secara aturan, kalau ada napi berusaha kabur keluarganya tidak boleh diberitahu. Selain itu, napi yang bersangkutan juga harus ditaruh di ruang isolasi. Tapi ini tidak kami lakukan karena alasan kemanusiaan. Apalagi saat itu ruang isolasi sedang dipakai napi lain yang sedang kena penyakit gatal," kata Kepala Keamanan LP Kelas II Blitar, Bambang Setyawan.

Pada Senin (5/11/2018), keluarganya sempat menjenguk Rio. Padahal, sesuai aturan, tiap Senin, napi tidak boleh dijenguk. Tetapi, petugas memberi kelonggaran untuk keluarga Rio. 

Saat bertemu dengan keluarganya, Rio masih biasa. Dia sempat minta disuapi oleh keluarganya.

Lalu, pada Selasa (6/11/2018), Rio tiba-tiba jatuh sakit. Rio sempat dibawa ke klinik di LP. Tapi kondisinya semakin drop. Wajah Rio pucat. 

Akhirnya petugas LP membawa Rio ke RSUD Mardi Waluyo. 

"Sesampai di RSUD, tim medis menyatakan dia sudah meninggal," tuntasnya.

M.Rio Suhendra merupakan pelaku penculikan dan pencabulan anak di bawah umur. 

Rio divonis hukuman penjara selama 8 tahun. Dan baru menjalani masa hukuman sekitar 7 bulan.

Kasus yang dilakukan Rio sempat menghebohkan Blitar. Warga Desa Purwokerto Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, itu sempat menculik dua siswi SD di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close