Usung Kota Wisata Edukasi, Wali Kota Batu Terbitkan Perwali Khusus

Kamis, 08-11-2018 - 18:20 WIB Ribuan pelajar meramaikan Gebyar Literasi Kota Batu di Balai Kota Among Tani, Kamis (8/11/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES) Ribuan pelajar meramaikan Gebyar Literasi Kota Batu di Balai Kota Among Tani, Kamis (8/11/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES, BATU – Gerakan literasi Kota Batu menuju kota wisata edukasi diperkuat dengan adanya Launching Peraturan Wali (Perwali) Kota Batu. 

Launching itu sekaligus digelar dengan adanya Gebyar Literasi Kota Batu yang dimeriahkan ribuan pelajar di Halaman Balai Kota Among Tani, Kamis (8/11/2018).

Kegiatan ini diikuti dengan pelajar mengenakan pakaian kaos dilengkapi menggunakan caping bertuliskan beragam kalimat literasi. 

Misalnya ‘Ayo Membaca’, ‘Membaca Itu Harus’, ‘Pintar Itu Keren’, ‘Indonesia Membaca’, ‘Satu Dunia Membaca’, ‘Dengan Membaca Dunia Ditangamu’, ‘Berikan Makan Otakmu’ yang dilukis dengan beragam kreativitas gambar dan sebagainya.

Lainnya ada juga yang membuat topi dengan hiasan bucu bacaan dan alat tulis. 

Kegiatan ini dimulai dengan membaca buku senyap selama 15 menit dari buku yang dibawa masing-masing pelajar. 

Kemudian mereka diminta untuk membaca kembali dengan bahasa sendiri di depan panggung. 

Lalu mereka juga diminta menuliskan cita-cita di selembar kertas. 

Setelah menulis kerta itu dimasukkan ke dalam balon dan diterbangkan. 

Pertunjukkan lainnya dengan membaca puisi, tari kreasi, teater, paduan suara, dan sebagainya. 

Lainnya ada lomba vlog, pameran literasi, pameran buku hingga talkshow literasi dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada pengunjung dan peserta.

Koordinator Gebyar Literasi Abdul Rais mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan budaya membaca kepada pelajar sejak dini diperkuat dengan Perwali Literasi. 

Kota Batu ingin menjadi yang utama untuk mengembangkan literasi sejak awal. 

“Perwali tidak sekadar menaungi literasi sekolah. Tetapi juga gerakan literasi, masyarakat, keluaraga, dan literasi pamong,” kata Rais. 

Perwali ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan budaya literasi masyarakat Kota Batu melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Gerakan Literasi Keluarga (GLK), Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) dan Gerakan Literasi Pamong (GLP). 

Perwali ini menjabarkan terkait penyediaan literasi buku baca, sudut baca, pojok baca, dan taman baca. 

“Hingga mengembangkan literasi budaya digital hingga visual hasil karya. Juga mengatur bagaimana penyediaan budaya literasi di masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan tingkat literasi sangat rendah khususnya di Indonesia. 

Dengan Perwali ini budaya membaca bisa terus ditingkatkan untuk kemampuan anak hingga dewasa.

“Budaya membaca ini masih rendah di masyarakat. Ya semoga dengan dilaunchingnya perwali ini semakin meningkat budaya baca di Kota Batu,” ujar Dewanti. 

Tidak hanya pelajar, tetapi masyarakat umum seperti pegawai kantoran pun untuk menerapkan budaya membaca dengan menyuguhkan sudut membaca arau pojok membaca bahkan juga harus menerapkan budaya membaca selama 15 menit.

“Harapannya agar semua warga itu menerapkan budaya baca. Setidaknya 15 menit untuk membaca,” harapnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Batu TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close