Ini yang akan Dilakukan Polisi pada Vespa Modifikasi Tak Laik Jalan

Kamis, 08-11-2018 - 18:43 WIB Vespa modifikasi dengan baramg bekas melintas di salah satu jalan protokol Banyuwangi Vespa modifikasi dengan baramg bekas melintas di salah satu jalan protokol Banyuwangi

JATIMTIMES, BANYUWANGI –  Beberapa hari belakangan sejumlah sepeda motor vespa yang telah dimodifikasi dan ditempeli dengan botol bekas air mineral, tali dan berbagai macam spanduk bekas melintas di kota Banyuwangi. 

Keberadaan motor ini cukup mengganggu pengguna jalan lain. Karena bentuknya yang jauh dari spesifikasi standarnya. 

Kamis (8/11/18) kendaraan ini terlihat melintas di jalan protokol kota Banyuwangi. 

Tentu saja kendaraan ini menjadi perhatian pengguna jalan. 

Ada yang tertawa melihat modifikasi kendaraan yang menggunakan barang bekas tersebut. 

Tetapi tidak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan keberadaannya. 

"Apa tidak takut kecelakaan dengan modifikasi seperti itu," kata Rudi, salah seorang pengguna jalan.

Wajar saja, modifikasi vespa itu memang tidak lazim. Selain ukurannya yang jauh melebihi dari ukuran aslinya, modifikasi kendaraan ini juga tidak memperhatikan aspek keselamatan. 

Salah satunya, pengemudi kendaraan tidak bisa melihat secara bebas ke depan karena tertutup deretan botol mineral bekas dan tali-tali yang dipasang. Sehingga ini bisa membahayakan pengemudinya dan juga pengguna jalan lainnya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Prianggo Malau Parlindungan menyatakan, pihaknya segera mengambil langkah menyikapi hal itu. 

Ada beberapa tahapan langkah yang dilakukannya yakni langkah preemtiv, preventif, represif non yudisial, dan represif yudisial.

Dia menjelaskan, langkah preemtiv atau sosialisai dengan sasaran lokasi yang banyak ditemukan pelanggaran tersebut. 

Langkah berikutnya adalah preventif atau himbauan agar tidak menggunakan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan laik jalan seperti kendaraan tersebut. 

Langkah ketiga yaitu represif non yustisial berupa teguran tertulis kepada sasaran. 

"Keempat represif yustisial atau tilang kepada sasaran," ujarnya melalui pesan whatsapp Kamis siang. 

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close