Tak Ada Rabies, Anak Korban Kera Liar Asal Probolinggo Dipulangkan Hari Ini

Kamis, 08-11-2018 - 18:45 WIB Nur Holila didampingi dokter Abror yang menangani operasi anaknya saat di luar ruang rawat hafid (Agus Salam/Jatim TIMES) Nur Holila didampingi dokter Abror yang menangani operasi anaknya saat di luar ruang rawat hafid (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Hafid Septian Maulana, balita berusia 2 bulan, yang pada Rabu (7/11) kemarin sekitar pukul 06.00 diserang kera liar, akan dipulangkan. 

Mengingat, hasil pemeriksaan tim medis RSUD dr Muhammad Saleh Kota Probolinggo, luka akibat dicakar kera yang diderita korban, tidak parah sekaligus tidak membahayakan.

Hal tersebut diungkap dr Abror, dokter yang menangani operasi Hafid, Kamis (8/11) sekitar pukul 12.00. 

Menurutnya korban luka di daerah frontal dan di samping ordita yang tidak begitu parah, namun lukanya agak dalam. 

Karenanya, pasien yang telah dioperasinya pada Rabu kemarin, akan diizinkan pulang.

Hanya saja, dr Abror belum membuat surat izin pulang tersebut. 

Hal itu dilakukan, karena luka yang diderita hafid tidak membahayakan kesehatannya. 

Hanya saja, ia berpesan agar dalam satu tahun pihak keluarga benar-benar memperhatikan kesehatan Hafid. Sebab,obat yang diberikan masa inkubasinya setahun.

 “Enggak. Tidak ada rabies. Makanya, kami izinkan pulang hari ini juga,” katanya saat mendampingi pasien Hafid.

Dalam kesempatan itu, pemilik Rumah Sakit Dharma Husada ini meminta, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) atau institusi serta lembaga yang berwenang untuk segera menangkap kera yang meresahkan warga tersebut. 

Penangkapan dilakukan, untuk mengetahui apakah kera yang menggigit dan mencakar Hafids mengidap rabies. 

“Permintaan kami seperti itu, ya untuk mengetahui, apakah kera itu teridentivikasi rabies atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, ibu korban Nur Holila mengaku, anaknya selesai dioperasi sekitar pukul 15.00 Rabu kemarin. 

Sambil menina-bobokkan anaknya, perempuan yang saat anaknya dioperasi tersebut tidak bisa diwawancarai mengaku, senang operasi anaknya berhasil. 

Apalagi, setelah mendengar dari dokter yang menangani, kalau luka yang diderita putra keduanya, tidak membahayakan.

 “Ya senanglah. Katanya, hari ini kami diizinkan pulang,” ujar Nur Holila saat di luar kamar rawat anaknya.

Sama dengan harapan dokter Abror, istri dari Sugeng tersebut meminta, kera yang telah mencakar dan menggigit bayinya segera ditangkap. Agar kejadian serupa tidak dialami warga yang lain. 

Sebab, menurutnya, keran yang berbulu coklat agak keabu-abuan itu liar dan ganas. 

Sehingga, anaknya yang tertidur di dipan belakang rumahnya, diterkam alias diserang. 

“Ya harus ditangkap lah. Agar kera itu tidak menyerang anak kami lagi dan warga yang lain,” pintanya.

Nur berterus terang, sering melihat kera tersebut berkeliaran di sungai yang ada di barat rumahnya.

Hanya saja, sebelum kera berukuran besar itu menyerang bayinya, tidak kelihatan. 

Karenanya, Nur menidurkan bayinya di dipan dekat tempat pencucian dan meninggalkan sendirian. 

"Saya tahunya, kera sudah mencekar-cakar anak saya. Saya usir, terus lari. Sebelumya tidak melihat. Tapi saya sering melihat kera itu bermain di sungai,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close