Musim Hujan Datang, Enam Kecamatan di Kabupaten Malang Rawan Banjir Bandang

Kamis, 08-11-2018 - 18:59 WIB Petugas gabungan saat mengevakuasi korban yang terjebak genangan air di lokasi banjir menggunakan prahu karet, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES) Petugas gabungan saat mengevakuasi korban yang terjebak genangan air di lokasi banjir menggunakan prahu karet, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terkait musim penghujan yang diperkirakan terjadi di Kabupaten Malang pada bulan November. 

Curah hujan dengan itensitas tinggi, telah mengakibatkan berbagai bencana di beberapa daerah. 

Setelah sebelumnya pohon tumbang lantaran diterjang hujan deras dan angin kencang beberapa waktu lalu, kali ini giliran ruas jalan di tiga Kecamatan tergenang air yang memicu banjir.

Dari pengamatan MalangTIMES di lapangan, hujan di awal November ini, mengakibatkan banjir di beberapa area jalan raya yang ada di daerah Kecamatan Sumberpucung, Pakisaji, dan Kepanjen. 

Akibatnya, para pengguna jalan terpaksa menghentikan laju kendaraan sementara waktu, sembari menunggu air yang menggenangi jalan surut, Kamis (8/11/2018) sore. 

Setelah sempat terjadi kemacetan beberapa saat, arus lalu lintas akhirnya kembali normal.

Sementara itu, Kasubsi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Mudji Utomo mengatakan, selain tiga kecamatan tersebut (Sumberpucung, Pakisaji, Kepanjen), enam Kecamatan lain di Kabupaten Malang juga rawan kebanjiran.

Dari data 2017 lalu, keenam wilayah itu meliputi, Kecamatan Kasembon, Wagir, Pakis, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), dan Gedangan.

“Desa Sitiarjo di Kecamatan Sumawe menjadi daerah terdampak banjir paling parah,” terang Utomo kepada MalangTIMES.

Bukan tanpa alasan, jika di flashback pada bulan Oktober 2017 lalu, terdapat empat dusun di Desa Sitiarjo yang tergenang banjir. 

Tidak tangung-tanggung, saat itu air dengan ketinggian sekitar 1,5 meter menggenangi rumah warga. 

“Lebih dari 500 kepala keluarga harus dievakuasi karena rumahnya diterjang banjir,” sambung Utomo.

Terpisah, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso Hana Amalina menegaskan, jika dikomparasikan dengan tahun lalu, pada 2018 ini musim hujan memang mengalami kemunduran.

 “Tahun 2017 hujan terjadi di bulan September, tapi tahun ini hujan turun pada bulan November,” jelas Hana.

Salah satu pemicu mundurnya musim penghujan, dipicu lantaran pada Oktober lalu, di Kabupaten Malang masih mengalami musim peralihan.

Akibatnya, suhu kala itu lebih panas dibanding bulan sebelumnya, yakni mencapai 32° Celcius.

Selain itu, faktor Topografi wilayah, karakteristik daerah yang beragam, serta kondisi angin, menjadi penyebab utama kemarau panjang di Kabupaten Malang. 

“Hal ini mengakibatkan saat memasuki musim penghujan, intensitas air diprediksi akan semakin tinggi dan bisa mengakibatkan banjir serta longsor di bulan November ini,” pungkasnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close