Diduga Bawa Sajam, Pemuda Asal Madura Diamankan Petugas

Kamis, 08-11-2018 - 19:04 WIB Slamet sat diamankan anggota polsek kademangan (Agus Salam/Jatim TIMES) Slamet sat diamankan anggota polsek kademangan (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Slamet Riyadi (28) asal Madura yang berdomisili di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Kamis (8/11) sekitar pukul 10.30, dibawa ke Polsek Kademangan.

 Ia diamankan di depan karena dilaporkan membawa senjata tajam (Sajam) saat terjadi keributan di utara terminal Bayuangga, Kota Probolinggo.

Slamet meluncur dari rumah tinggalnya, karena mendengar kabar sepeda motor yang dibawa Nazmi (21) keponakannya berjualan Es Campur di depan mini market Indomaret, utara terminal jalan Raya Bromo, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, dicabel atau dirampas eksternal sebuah leasing atau pembiayaan.

Saat dilokasi ribut-ribut ada warga yang mengetahui Slamet membawa sajam. 

Kemudian warga melapor ke Polsek setempat. Mendapat laporan seperti itu, anggota polsek langsung meluncur ke lokasi. 

Sayangnya petugas, tak mendapati pria yang dilaporkan membawa sajam. 

Meski begitu, Slamet Riyadi tetap dibawa ke Mapolsek. 

Sedang kelompok yang hendak merampas sepeda motor keponakannya, sudah tidak ada di tempat kejadian

Kepada petugas, Slamet mangaku tidak membawa senjata tajam. 

Mungkin menurutnya, pelapor mengira dirinya membawa sajam yang disembunyikan di balik bajunya. Sebab saat berlangsung keributan, dirinya memegang-megang perutnya. 

“Enggak pak, saya gak bawa clurit. Mungin orang mengira saya bawa sajam. Soalnya satya waktu itu, memegang perut,” akunya ke petugas.

Slamet kemudian meneruskan ceritanya. Ia mendatangi tempat jualan keponakannya, karena mendengar kalau motor yang dikendarai keponakanya hendak dijabel oleh petugas ekternal dari sebuah leasing. 

Ia tidak terima, karena motor satria hitam tersebut diperoleh dari hasil membeli dari seseorang seharga Rp 5 juta, namun tak doilengkapi BPKB. 

“Kata istri pemilik motor, BPKB-nya dibakar suaminya yang sering marah,” jelas Slamet.

Selain karena merasa iba dan Slamet butuh motor untuk keponakannya, maka dibelilah sepeda moror tersebut. 

Selanjutnya motor tersebut dipakai keponakanya yang asal Madura berjualan es campur diutar terminal. 

“Keponakan saya di Madura enggak punya kerjaan. Makanya saya ajak kesini dan saya beri modal untuk berjualan. Saya ke terminal tidak bawa apa-apa, termasuk KTP,” terangnya pada petugas. 

Slamet memeninta, agar petugas tidak hanya mengamankan dirinya, tetapi pria yang mengaku dari leasing juga diamankan. 

Mengingat, mereka tel;ah membawa kontak sepeda motornya. Sedang sepeda motornya, menurut informasi diamankan warga.

 “Katanya, motor saya diamankan warga. Kalau tidak ada kontaknya, kan tidak bisa dibawa pulang,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kademangan Kompol Toyib Subur meminta, agar Slamet melaporkan tindakan yang dialami keponakannya. 

Selain itu, Slamet juga diminta mengambil identitas diri dan sepeda motornya. Agar kejadian tersebut bisa diproses. 

“Begini saja, jika seperti itu ceritanya, silahkan bawa motornya kesini, Termasuk identitas sampaianagar bisa kita proses,” pintanya singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close