Ini Kesaksian Warga, Sebelum Pasutri Ini Ditemukan Meninggal Tak Wajar

Jum'at, 09-11-2018 - 14:55 WIB Olah TKP di rumah Didik dan Suprihatin (istimewa) Olah TKP di rumah Didik dan Suprihatin (istimewa)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Sebelum ditemukan meninggal pada Kamis (8/11) petang kemarin, pasangan suami istri yang diduga korban  pembunuhan, Didik  (56) dan  Suprihatin (50) sempat didatangi 3 orang yang menagih hutang di rumahnya.

Seperti diungkapkan tetangga korban, Ngapani (50). Menurutnya pada hari Selasa datang dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Ketiganya menagih hutang ke Didik dan Suprihatin.
"Tahunya mereka bertiga mampir ngopi di warkop depan rumah itu," ungkap Ngapani.

Di warung kopi inilah ketiga orang itu sempat cerita baru saja menagih hutang. Namun ketiganya kesulitan, karena Suprihatin justru menangis. 
"Mereka bilang, ditagih utang baik-baik kok malah nangis. Saya kan yang susah," ucap Ngapani menirukan tiga orang itu.
Setelah itu ketiganya pergi. Informasi lain yang didapat dari antara tetangga, sempat terjadi pertengkaran dari dalam rumah.

Suprihatin sempat terdengar berteriak. Namun kejadian itu tidak sampai mengundang kedatangan warga sekitar.
Pasangan Didik dan Suprihatin dikenal warga mempunyai usaha pengurusan STNK.

Usaha ini dimulai saat samping kanan rumahnya dimanfaatkan untuk kantor Samsat wilayah selatan, lebih dari lima tahun silam.
Saat kantor Samsat ini pindah, Didik dan Suprihatin melanjutkan usaha ini hingga sekarang.
Didik dan Suprihatin ditemukan tewas bersimbah darah pada Kamis (8/11) selepas magrib.

Keduanya diduga tewas dibunuh. Dari hasil olah TKP, ada bekas pukulan benda tumpul di belakang kepala Didik.
Rencananya hari ini, Jumat (9/11) sekitarnya pukul 14.00 WIB jenazah keduanya akan diotopsi.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close