Usai Antar Pasien, Ambulan RSSA Malang Hantam Truk di Situbondo

Jum'at, 09-11-2018 - 17:21 WIB Kondisi truk dan mobil ambulan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, pasca kecelakaan yang terjadi di duga pada ruas jalan di daerah Situbondo (Foto : Facebook) Kondisi truk dan mobil ambulan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, pasca kecelakaan yang terjadi di duga pada ruas jalan di daerah Situbondo (Foto : Facebook)

JATIMTIMES, MALANG – Kebanyakan kasus kecelakaan, selalu memiliki urutan yang sama. Yaitu pengguna jalan yang terlibat kecelakaan, kemudian korbannya dievakuasi menggunakan mobil ambulan. Lantas bagaimana jika yang terlibat kecelakaan adalah mobil ambulan sendiri?

Itulah yang terjadi, Jumat (9/11/2018) siang. Mobil ambulan yang diketahui milik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang ringsek, setelah adu banteng dengan truk muatan. Tidak ada yang mengetahui kronologi pasti, penyebab kecelakaan antara mobil ambulan nopol N-1473-CH dan truk nopol DK-9872-ZZ.

Namun insiden tersebut sempat diunggah ke salah satu grub facebook, dan sempat menyita perhatian anggotanya. “Kejadian tgl 9 November 2018 kurang lebih pukul 11.22 tempat kejadian di Kota Situbondo untuk korban sekarang sudah dibawa ke RS Besuki. Perkembangan dan kronologi selanjutnya menunggu laporan dari rekan" yg bertugas,” tulis akun bernama Yunita Ardiansyah Mbeling, pada postingannya beberapa waktu lalu.

Dalam postingannya, ada salah satu video yang menunjukkan kondisi dua kendaraan pasca kecelakaan. Usai menghantam truk, mobil ambulan RSSA Malang itu, pada bagian depan sebelah kanan ringsek. Sama halnya yang terjadi pada truk yang menutupi muatannya dengan terpal tersebut, pada bagian depan sebelah kanan juga mengalami kerusakan setelah tabrakan. Sedangkan pecahan kaca depan kedua kendaraan tersebut, berceceran di ruas jalan sekitar lokasi kejadian.

Unggahan ke salah satu grub facebook yang memiliki anggota sekitar 388 ribu itu, sontak menuai banyak komentar dari warganet. “Niat nya nganter orang sakit/meninggal ehh musibah dtng kepda sopir nya.. Moga2 baik2 saja,” tulis akun bernama Rio Satria Nugraha. Tidak hanya itu, salah satu akun yang bernama Gatot Papanya Rara, juga turut berpendapat pada kolom komentar. “Kok sampe tekan situbondo..opo darurat e..,” tulisnya.

Jika melihat rekaman video yang diunggah sekitar 3 jam yang lalu itu, truk berwarna putih tersebut nampak sudah menepi di bahu sebelah kiri. Justru nampak ambulan yang sepertinya kurang memperhitungkan laju kendaraannya, sehingga melebihi ruas kiri jalan yang dilaluinya.

“Cerita blm tau, cm jk dilihat dr poto dan video, truck sudah minggir sampai bahu jalan sebagian, jk mau minggir lagi krn bawa muatan bs membuat truck ambruk. Maksudnya prioritas, bukan brati prei kanan terus. Tp diutamakan. Jika berpapasan dg kendaraan dg muatan, apalagi berat, mereka gak bs sembarangan turun dibahu jalan. Malah akan timbul kecelakaan baru,” tanggapan akun bernama Heri Ribowo, yang dituliskan pada kolom komentar.

Hingga kini, postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak delapan kali, dan menuai puluhan komentar warganet. “Benar mas informasinya ambulan kami (RSSA Malang) habis kecelakaan, tapi saya tidak tahu kronologinya. Ini saya di luar kota, saya di kabari humas tadi, coba hubungi dia (humas RSSA Malang),” kata Direktur Umum RSSA Dr Restu Kurnia Tjahjani M.Kes, saat dikonfirmasi MalangTIMES via telephone.

Terpisah, Kasubag Humas RSUD dr Saiful Anwar Dini, juga membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, ambulan milik RSSA Malang itu, pergi ke Situbondo untuk mengantarkan salah satu pasiennya. “Kecelakaan terjadi setelah mengantar pasien, tapi kronologinya seperti apa saya kurang jelas,” terang Dini.

Dia menambahkan, belakangan diketahui ada dua orang pada mobil ambulan tersebut. Untuk identitasnya siapa, pihaknya belum tahu persis terkait hal itu. “Dua orang (penumpang dan sopir ambulan) selamat, ini sudah dibawa ke rumah sakit setempat. Saya masih ada acara, tulis saja pertanyaannya lewat WhatsApp, nanti saya cari informasi jelasnya,” imbuh Dini.

Mendapat keterangan tersebut, wartawan lantas menulis sedikitnya 7 pertanyaan terkait kecelakaan yang melibatkan mobil ambulan RSSA Malang itu. Ketujuh pertanyaan yang diajukan, meliputi kronologi dan kondisi korban kecelakaan. Selain itu, MalangTIMES juga mengajukan pertanyaan terkait langkah kedepan, pasca insiden kecelakaan yang bakal diambil pihak rumah sakit. Namun, hingga berita ini ditulis, pesan yang sudah terkirim melalui WhatsApp, belum mendapat tanggapan dari yang bersangkutan.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close