Musim Hujan Datang, Delapan Kecamatan Rawan Tanah Longsor

Jum'at, 09-11-2018 - 20:05 WIB Warga Desa Sidodadi saat berupaya membersihkan sampah dan luberan lumpur serta material karena banjir, Kecamatan Lawang (Foto : Istimewa) Warga Desa Sidodadi saat berupaya membersihkan sampah dan luberan lumpur serta material karena banjir, Kecamatan Lawang (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Beberapa hari belakangan ini, berbagai wilayah di Kabupaten Malang diguyur hujan deras. Dampaknya, berbagai bencana mulai dari pohon tumbang, hingga banjir terjadi pada beberapa Kecamatan di Kabupaten Malang. Sementara itu, intensitas curah hujan yang tinggi, dikhawatirkan juga bisa memicu tanah longsor.

Seperti yang terjadi di Desa Sidodadi Kecamatan Lawang, Jumat (8/11/2018). Puluhan personel gabungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, perangkat desa, serta dibantu warga. Nampak bahu membahu, saat membersihkan jalan yang semula dipenuhi sampah dan material lumpur akibat banjir.

Seolah tidak berkehendak bencana bakal terlulang. Puluhan personel juga menyempatkan diri untuk memungut sampah yang ada di gorong-gorong dan sungai. Sebab, insiden banjir yang terjadi sebelumnya, memang diperkirakan lantaran gundukan sampah yang dibuang sembarangan. Akibatnya, air hujan sempat meluap dan berujung banjir, dan dapat memicu tanah longsor.

Sementara itu, Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo membenarkan, jika insiden tanah longsor memang marak terjadi saat musim penghujan. “Dari catatan kami, dalam 2018 sedikitnya ada 8 insiden tanah longsor,” kata Utomo kepada MalangTIMES.

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Pujon menjadi daerah paling rawan, yakni dengan 3 insiden. Sementara itu, Kecamatan Poncokusumo menjadi daerah rawan selanjutnya, yakni dua insiden selama kurun waktu Januari hingga saat ini. Lanjut, Kecamatan Wagir, Ngantang, dan Ampelgading, masing-masing terjadi satu kali insiden tanah longsor.

Tanah longsor, lanjut Utomo, juga marak terjadi pada 2017 lalu. Total ada 15 kejadian. Dimana Kecamatan Ngantang, menjadi daerah paling rawan, yakni 5 kejadian. Kemudian, Kecamatan Ampelgading berada di posisi selanjutnya, dengan total tiga insiden. Sementara itu, tiga Kecamatan yang meliputi, Kecamatan Lawang, Kasembon, dan Gedangan, masing-masing dua kejadian. Terakhir, satu bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Poncokusumo. “Total ada delapan Kecamatan di Kabupaten Malang yang masuk zona rawan tanah longsor,” ujar Utomo.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close