PKL Sudiro Bakal Diungsikan ke Ganesha Alun-Alun Kota Batu

Kamis, 06-12-2018 - 15:37 WIB Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES) Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES, BATU – Eksekusi Pengadilan Negeri Malang terhadap lahan rumah tua yang digunakan pedagang kaki lima (PKL) Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kota Batu, membuat 78 PKL kelimpungan. Lalu, bagaimana tindakan Pemkot Batu terhadap PKL yang mencari nafkah di sana?

Saat ditemui di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo,  Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, hari ini (6/12/2018) akan mengadakan rapat bersama para PKL rumah tua tersebut. Pembahasannya tentu terkait solusi penempatan PKL tersebut. 

“Eksekusi sudah berjalan dengan aman kemarin (Rabu). Tapi berdampak pada ekonomi masyarkaat 78 PKL yang langsung minta pertolongan Pemkot Batu, bagaimana nasib mereka yang sudah sewa ke Suprapto,” ujar Punjul. 

Dalam rapat hari ini, selain merapatkan permasalahan tersebut, akan ditata kelanjutan para PKL rumah tua. “Kami akan langsung bergerak bersama menata para PKL rumah tua itu,” kata Punjul.

Solusi yang bakal dilakukan  Pemkot Batu adalah merelokasi PKL di area Ganesha Alun-Alun Kota Batu. Dengan demikian, mereka akan berjualan bersama para PKL lainnya di sana.

Apakah nantinya 78 PKL itu akan tertampung berjualan di sana? Menurut Punjul, Pemkot Batu akan menata agar para PKL yang sebagian besar warga Kota Batu itu bisa mengais rezeki kembali.

Kemudian beberapa hal yang dilakukan adalah berkomunikasi dengan pemilik baru Linawati Hedijanto. Tentunya mendiskusikan soal sementara waktu menyewakan lahannya.

“Komunikasi dengan pemilik tanah agar bisa menyewakan lahannya kepada Pemkot Batu sementara sampai kami bisa memiliki tempat yang repsentatif,” ujar mantan anggota DPRD Kabupaten Malang ini. 

Sebelumnya diberitakan PN Malang telah melakukan eksekusi lahan pasar PKL rumah tua di Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kota Batu. Dalam eksekusi lahan itu, petugas sempat nyaris bentrok dengan massa pendukung pemilik lama. Tetapi eksekusi tetap dilangsungkan.

Pengosongan itu adaah buntut dari sengketa dua pihak, yakni pemilik lama Suprapto dengan pemilik baru Linawati Hedijanto. Kasus  sengketa lahan itu berawal dari gugatan yang dilayangkan pemilik lahan atas nama Linawati Hidajatno terhadap Suprapto.

Selama sekitar 10 tahun terakhir, lahan yang statusnya hak guna bangunan (HGB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu itu dikelola oleh Suprapto. Suprapto yang juga mengaku pemilik lahan di rumah tua dan selama ini menarik uang sewa dari sekitar 78 PKL yang berjualan di sana. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Batu TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close