Dinas PU Surati Salah Satu Provider, Bakal Ditindak jika Seminggu Tak Ada Pengakuan

Kamis, 06-12-2018 - 17:06 WIB Tiang provider yang melanggar aturan karena menancap di tengah saluran air. (DPUPR) Tiang provider yang melanggar aturan karena menancap di tengah saluran air. (DPUPR)

JATIMTIMES, MALANG – Menindaklanjuti adanya temuan tiang yang dipasang di tengah gorong-gorong Jalan Zaenal Zakse hingga jadi penyebab tersumbatnya saluran, saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah menyurati salah satu provider di Kota Malang.

Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso menjelaskan, pihaknya memang telah mengirimkan surat kepada salah satu provider di Kota Malang. Tujuannya untuk mengetahui apakah tiang yang melanggar tersebut merupakan miliknya atau bukan.

"Kalau dari salah satu petugas Telkom, itu bukan miliknya, namun milik dari salah satu provider lain. Kalau itu memang miliknya, tentunya kan tidak bisa masang tiang di situ. Kan bisa diatur pemasangannya. Jangan digorong-gorong, kan menyumbat," ungkap Soni, panggilan Hadi Santoso.

"Tapi kalau bukan miliknya, nanti kan juga akan menjawab melalui surat atau langsung menghubungi kami. Setelah itu baru akan kami telusuri lagi," tambahnya.

Menurut Soni,  seyogyanya pemasangan tiang itu harus digeser. Sebab, fungai saluran itu sangat vital. Jika tidak digeser, dampaknya sudah jelas merugikan masyarakat sekitar.

"Memang provider juga dibutuhkan orang banyaknkarena itu jaringan komunikasi. Tapi ya itu penempatannya harus koordinasi dengan kami," ucap Soni.

"Kalau mereka yang baru-baru ini pasang, ya kami sarankan pasang atau tempelkan saja pada dinding saluran atau gorong-gorong kami. Kan nggak nyrimpeti, wong itu lho gratis. Jangan gali-gali lagi. Aktivitas warga kan juga padat," imbuhnya

Namun yang jelas, jika nantinya dalam waktu seminggu  tidak ada yang segera mengakui tiang tersebut milik siapa, Dinas PU akan memindahkan tiang tersebut. Namun, Dinas PU tetap menelusuri siapa pemilik tiang itu.

"Karena hal ini harus segera ditangani, apalagi saat ini masih awal memasuki musih hujan, tentunya kalau tidak segera diawasi, kan kembali tersumbat jika sampah-sampah di gorong-gorong mengalir ke bawah," ungkap Soni. (*)

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close