Gelar Sidak, Bupati Blitar Puas dengan Progres Pembangunan RSUD Srengat

Kamis, 06-12-2018 - 18:43 WIB Bupati Blitar saat sidak pembangunan RSUD Srengat Bupati Blitar saat sidak pembangunan RSUD Srengat

JATIMTIMES, BLITAR – Bupati Blitar Rijanto melanjutkan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah lokasi pembangunan yang masih berlangsung. Salah satunya proses pembangunan RSUD Srengat di Kecamatan Srengat beberapa waktu lalu. Sidak ini untuk memastikan progress pembangunan rumah sakit di Kabupaten Blitar wilayah barat itu.

Dari sidak tersebut bupati mengaku cukup puas dengan proses pembangunan. Meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan evaluasi. Ia berharap pembangunan dilakukan dengan memperhatikan spesifikasi yang ditentukan.

Ia berpesan kepada semua tim yang terkait dengan pembangunan agar bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Baik itu tim koordinasi, tim pengelola teknis, tim pengelola kegiatan, konsultan perencana, manajemen kontruksi serta kontraktor harus bahu-membahu dan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dengan memperhatikan kualitas fisik dan batas waktu pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tujuannya menjadikan RSUD Srengat yang berkualitas dan sempurna.

Dia menjelaskan pelaksanaan pembangunan RSUD Srengat dilaksanakan multiyears selama dua tahun dan dimulai pada tahun 2018. Anggaran sebesar Rp 180 miliar nantinya akan dibagi menjadi dua yang dianggarkan dari APBD. Tahun 2018 sebesar Rp 90 miliar dan 2019 sebesar Rp 90 miliar. "Tahun pertama pembangunan, sedangkan tahun kedua penataan alat kesehatan serta penataan personil," imbuhnya.

Bupati Blitar Rijanto.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

“Sekarang di Kabupaten Blitar hanya ada satu RSUD yang letaknya di Wlingi sehingga ini sangat jauh untuk dijangkau warga yang tinggalnya di bagian barat ataupun utara, sehingga pembangunan ini diperlukan untuk memberikan fasilitas kesehatan yang maksimal kepada warga Kabupaten Blitar,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Hal ini terbukti dibangunnya rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kecamatan Srengat dengan mengusung konsep ramah lingkungan (eco green). Karena di rumah sakit ini akan banyak pepohonan dan taman-taman berukuran besar. Sementara untuk penggunaan listrik, penggunaanya akan diminimalisir. “Harapan kami rumah sakit ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Blitar khususnya wilayah barat,” katanya.

Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar memberikan beberapa rekomendasi terkait pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat oleh Pemerintah Kabupaten Blitar. Komisi III DPRD Kabupaten Blitar memberikan dua rekomendasi. Pertama, menyetujui pembangunan RSUD Srengat dengan syarat Detail Engineering Design (DED), Amdal, dan Amdal Lalin, status tanah jelas, dan semua persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan sudah dipenuhi. Kedua, pembangunan multiyears dengan anggaran sebesar Rp 180 miliar yang diajukan eksekutif selesai tepat waktu. 

Rencananya RSUD Srengat dibangun dengan standar RSUD kelas C dengan pelayanan empat spesialis dasar, yaitu spesialis anak, obstetri dan ginekologi, spesialis penyakit dalam, dan spesialis bedah. Rumah sakit ini akan memiliki 4 lantai dengan 100 kamar. RS tersebut akan dilengkapi dengan ruang rawat jalan, rawat inap, ruang operasi, ICU, laboratorium dan ruang penunjang lainnya. 

Sedangkan gedung penunjang terdiri dari masjid, parkir, asrama dan rumah dinas.Pembangunan rumah sakit ini sesuai dengan visi dan misi Bupati/Wakil Blitar yakni Menuju Kabupaten Blitar Lebih Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing. 

“Ini melalui peningkatan mutu di bidang pendidikan dan kesehatan. Salah satu mewujudkan visi dan misi tersebut adalah dengan membangun RSUD Srengat,” tuntas Bupati.(kmf)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close