Jaga Keselamatan Nelayan dan ABK, KPLP Bagikan life Jacket

Kamis, 06-12-2018 - 18:48 WIB Para ABK menerima life jacket dari KPLP gratis  (Agus Salam/Jatim TIMES) Para ABK menerima life jacket dari KPLP gratis (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan RI membagikan jaket pelampung (life jacket) kepada nelayan di Probolinggo, Kamis (6/12) sekitar pukul 10.00. Alasannya, untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat kecelakaan di laut.

Mengingat, di Kota Probolinggo, aktivitas nelayan dan mobilitas penyeberangan Pelabuhan Tanjung Tembaga-Pulau Gili Ketapang, cukup tinggi. Sekitar 200-an jaket dibagikan gratis kepada nakhoda dan anak buah kapal (ABK) di Pelabuhan Tanjung Tembaga.

Live jacket diberikan kepada kapal 7 GT ke bawah dan kapal penyeberangan pelabuhan-P. Gili yang masing-mesing kapal mendapatkan 10 buah. Live jacket diserahkan langsung oleh Kasubdit Sarana dan Prasarana Direktorat KPLP Ditjen Hubla F. Zulistian secara simbolis di samping kantor Kesyabandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Probolinggo.

Zulistian menyebut, pemberian pelampung sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan nakhoda, ABK dan penumpang kapal tradisional dan penyeberangan. Selain itu untuk membiasakan nelayan dan penumpang kapal tradisional mengenakan alat keselamatan. “Fokus kita saat ini memang ke kapal-kapal nelayan dan penyeberangan tradisional. Agar mereka terbiasa mengenakan alat keselamatan,” tandasnya.

Tak hanya itu kegiatan yang dilakukan KPLK. Petugas juga nantinya akan terus mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan laut. Misalnya mengkontrol kondisi kapal, mesin serta sarana dan prasarana kelengkapan kapal lainnya, sebelum melaut. “Kegiatan kami, untuk membisakan masyarakat mengutamakan keselamatan laut. Ya sedikit demi sedikit. Mereka nanti akan terbiasa juga,” tambahnya.

Selain pemberian bantuan jaket pelampung KPLP juga memasang atau menempelkan stiker di setiap kapal. Isinya, Utamakan Keselamatan pelayaran, Dilarang mengangkut penumpang melebihi kapasitas dan Pakailah Life Jacket untuk keselamatan pelayaran. “Harapan kami, keamanan pelayaran lebih diutamaka. Apalagi cuaca buruk datang tiba-tiba. Ya, pengaruh musim pancaroba,” tandas Zulistian.

Terkait dengan cuaca, Zulistian meminta nelayan untuk selalu memperhatikan pengumuman atau surat edaran dari KSOP. Jika KSOP menghimbau nelaya untuk tidak melut karena ombak tinggi dan cuaca ekstrim, hendaknya nelayan mengikuti himbauan tersebut. “Kunci keselamatan pelayaran ada di KSOP. Asal nelayan mematuhi himbauan dan aturan. Termasuk kondisi kapal. Kalau memang tidak diizinkan berlayar atau melaut, ya harus dipatuhi,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close