Doni Tata dan Dimas Ekky Bertekad Taklukkan Pembalap Internasional di Trial Game Asphalt 2018

Kamis, 06-12-2018 - 19:03 WIB Suasana race pada Trial Game Asphalt 2017 lalu (istimewa) Suasana race pada Trial Game Asphalt 2017 lalu (istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Trial Game Asphalt (TGA) 2018 memasuki babak akhir yang rencananya akan digelar kurang lebih sepakan lagi, yakni 14-15 Desember 2018 di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang. Persaingan panas dengan kehadiran para pembalap top supermoto dunia di kelas FFA 450 Internasional, yaitu Lewish Cornish (Inggris), Jan Deitenbach (Jerman), dan Germain Vincenot (Perancis) membuat rider asal Indonesia Doni Tata Pradita dan Dimas Ekky terpacu untuk bisa menundukkan.

"Saya berharap bisa mengatasi mereka (para rider internasional) dan bersaing secara sportif kepada semua pembalap di Trial Game Asphalt, Malang. Tentu ini menjadi motivasi tersendiri buat saya dengan kehadiran pembalap top, baik dari dalam dan luar negeri, dan tampil lebih bagus," ujar Doni Tata.

Namun perlu diketahui, selain para pembalap internasional yang turun pada laga di kelas FFA 450 Internasional, Doni Tata Pradita dan Dimas Ekky akan bersaing dengan para rider lokal seperti , Farudillla Adam, Ivan Harry, Gerry Salim, hingga Pedro Wunner.

Doni tak pelak harus mempersiapkan strategi khusus. Pasalnya, ia akan menjalani race di dua kelas, yakni FFA 450 Internasional dan FFA 250. Untuk kelas yang terakhir disebutkan, merupakan kelas utama, di mana Doni Tata berpeluang merebut titel Juara Umum Trial Game Asphalt 2018.

"Saya harus terus berlatih dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik. Terlebih saya ingin memastikan diri menjadi juara di Malang dan meraih Juara Umum di kelas FFA 250," harap pembalap kelahiran Sleman, Yogyakarta ini.

Sementara itu Dimas Ekky Pratama sepakat dengan Doni Tata. Dengan dipertandingkannya kelas FFA 450 Internasional akan menambah panas atmosfir Trial Game Asphalt. "Tentu akan makin seru dan kompetitif. Saya optimis bisa bersaing dan tampil dengan baik," kata Dimas Ekky.

Selain itu, untuk menarik animo penonton 76RIDER sengaja mendatangkan pembalap internasional agar persaingan semakin seru dan juga menarik.

"Tujuan kami membawa mereka di final TGA antara lain adalah agar para pembalap supermoto Indonesia bisa merasakan kompetisi supermoto setara tingkat dunia. Selain itu, juga untuk meningkatkan animo penonton supermoto di Indonesia," terang Mario CSP dari 76RIDER. 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close