Program Bedah Rumah Jadi Lahan PHP dan Penipuan

Minggu, 13-01-2019 - 11:00 WIB Ilustrasi penipuan program bedah rumah (Ist) Ilustrasi penipuan program bedah rumah (Ist)

JATIMTIMES, MALANG – Program bedah rumah bagi warga miskin merupakan upaya pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang dalam mengurangi kemiskinan. Terbilang efektif dan berhasil guna, bedah rumah pun menjadi salah satu pilar pembangunan di kabupaten Malang. Sayangnya, program bedah rumah dibuat cemar dengan perilaku tidak bertanggungjawab para oknum yang mengaku dari lembaga, komunitas serta lainnya. Mereka dengan teganya melakukan PHP (pemberi harapan palsu) kepada warga miskin di wilayah Kabupaten Malang.

Aksi para oknum tersebut layaknya lembaga atau komunitas yang benar-benar konsen dan mewujudkan program tersebut di tengah masyarakat yang membutuhkan. Mereka datang ke warga miskin secara berkelompok, lantas menjamin bahwa rumahnya akan dibantu dan dibedah secara gratis.

Mereka pun memotret kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) bersama pemiliknya. Serta mengunggahnya ke media sosial Facebook. Tentunya dengan caption, bahwa para oknum tersebut membuka bantuan dana (donasi) untuk bedah rumah warga miskin tersebut.
Beberapa yang lain, setelah melakukan hal tersebut melakukan gerilya ke berbagai instansi maupun masyarakat. Mereka meminta donasi untuk bedah rumah warga miskin yang telah mereka datangi, potret dan unggah di facebook.

Begitulah tutur Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang kepada MalangTIMES. "Program bedah rumah pun masih saja ada oknum yang bermain seperti ini. Miris. Kasihan warga yang sudah didatangi, difoto dan diberi janji rumahnya akan dibedah tapi ternyata hanya PHP," kata Imam Suyono Kabid Perumahan DPKPCK Kabupaten Malang.

Imam melanjutkan, di tahun 2018 lalu pihaknya menemukan kasus seperti itu. "Kita temukan ada sekitar 3 kasus di tahun lalu. Ini yang ditemukan kita, kalau yang tidak tertemukan lebih banyak lagi saya pikir," ujarnya atas kasus PHP dan penipuan oleh para oknum dalam program bedah rumah.

Selain tega melakukan PHP kepada warga miskin, para oknum pun dengan santainya setelah mendapatkan uang menghilang. Akhirnya, DPKPCK Kabupaten Malang yang ketiban getahnya. Turun tangan melakukan bedah rumah warga yang telah di PHP para oknum tersebut. "Dan setelah rumah warga  kita bedah, mereka pun ikut memposting hasil akhir rumah tersebut di medsos. Seolah-olah mereka yang melakukan pembangunan rumah warga miskin," ucap Imam.

Sayang, Imam tidak berkenan menyebut identitas oknum yang disebutnya dari komunitas atau lembaga masyarakat itu. Atas berbagai kasus tersebut, Imam akan benar-benar melakukan validasi data penerima manfaat bedah rumah di tahun ini. Seluruh data penerima akan dicroscek secara bertahap di lapangan, begitu pula dengan unsur lainnya yang akan ikut serta membantu dalam program bedah rumah. "Pihak ketiga biasanya akan meminta data kepada kita serta berkomitmen akan membantu sejumlah unit rumah untuk dibedah. Seperti Baznas serta beberapa perusahaan swasta. Itu kita juga konfirmasi ulang kesiapannya nanti," pungkas Imam.

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close