Polres Lumajang Siapkan Tiga Konsep Untuk Menekan Tingginya Pencurian Sapi

Jum'at, 11-01-2019 - 20:35 WIB Inilah rantai sapi yang akan diperkenalkan kepada masyarakat (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES) Inilah rantai sapi yang akan diperkenalkan kepada masyarakat (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG – Peristiwa pencurian sapi yang terus berlangsung di Lumajang sampai saat ini, membuat Kapolres Lumajang bekerja keras untuk bisa menuntaskan kasus ini. Selain berusaha mengungkap jaringan pelaku pencurian sapi, konsentrasi Polres Lumajang saat ini kepada usaha pengamanan yang dilakukan oleh warga di setiap desa yang ada di Lumajang.

“Kita menyiapkan tiga cara utama untuk menuntaskan kasus pencurian sapi di Lumajang, disamping usaha penangkapan maling sapi, yang sampai saat ini menjadi kereasan warga,” kata Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban S.IK, dalam wawancara dengan Jatimtimes.com, dikantornya pada hari ini Jumat (11/1).

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menerapkan rantai sapi sebagai penggati pengikat sapi yang selama ini dipakai masyarakat. Rantai dengan diameter 10 mm dan panjang 80 cm, diharapkan bisa mempersulit maling sapi untuk mencuri sapi milik warga, karena rantai tersebut bisa diikatkan kepada pengait yang dicor di dalam kandang  sapi.

“Ini hanya salah satu cara untuk mempersulit maling ternak membawa kabur milik warga. Dan harganya relatif terjangkau hanya sekitar Rp 150 ribu untuk satu ekor sapi,” kata Kapolres Lumajang kepada media ini.

Cara kedua adalah usaha bersama dalam bentuk garasi ternak, seperti yang digagas desa Purwosono kecamatan Sumbersuko. Garasi ternak atau gaster ini merupakan kandang bersama yang bisa dijaga secara bergiliran. Walau cara ini berhadapan dengan masalah pengadaan tanah, namun jika dipecahkan bersama antar warga, Kapolres yakin cara ini bisa diterapkan.

Cara ketiga adalah dibentuknya Satgas Keamanan Desa, yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintahan desa. Kedepan Satgas desa ini disamping akan dibekali dengan seragam khusus, juga akan dilengkapi dengan alat komunikasi HT yang terhubung Radio Pancar Ulang atau RPU.

“Satu kecamatan kita harapkan ada satu RPU yang aktiv sebagai sarana komunikasi para satgas ini. Kita harapkan di setiap RT ada satgas keamanan desa ini,” kata Kapolres Lumajang kemudian.

Jika satu desa ada 10 satgas saja, maka di Kabupaten Lumajang akan da 2 ribu lebih satgas, yang akan membantu kekuatan polisi, yang jumlahnya hanya 600 orang lebih.

“Saya yakin ini efektiv untuk membantu warga, dan jika bekerja sama dengan aparat kepolisian, saya yakin, satgas ini akan sangat membantu karena jumlahnya sangat besar,” ujar Kapolres menjelaskan.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Lumajang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close