Jalanan Kabupaten Rusak Karena Pembangunan Tol, Ini Jawaban Dinas PU Bina Marga

Senin, 11-02-2019 - 16:41 WIB Ilustrasi jalan tol yang berakibat pada jalur jalan berstatus kabupaten rusak karena lalulalang kendaraan pengangkut material berbobot berat (Ist) Ilustrasi jalan tol yang berakibat pada jalur jalan berstatus kabupaten rusak karena lalulalang kendaraan pengangkut material berbobot berat (Ist)

JATIMTIMES, MALANG – Masyarakat seputar pembangunan jalan tol yang merupakan proyek nasional di Kabupaten Malang mengeluhkan banyaknya jalan kabupaten yang rusak. Baik yang ada di wilayah Pakis, Lawang maupun Singosari.
Rusaknya jalanan berstatus kabupaten tersebut tidak bisa dilepaskan dengan lalulalangnya kendaraan material bertonase besar di sepanjang jalur jalan tersebut. Kendaraan-kendaraan beroperasi seakan tiada henti dalam proses pembangunan jalan tol yang terus dikebut penyelesaiannya di tahun ini.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Romdhoni dalam menyikapi berbagai komentar dan keluhan warga atas lambannya perbaikan jalan rusak yang ditujukan ke pihaknya.
"Kerusakan jalan di Pakis, misalnya, bukan hanya tanggungjawab kita. Pihak pengelola pembangunan jalan Tol Mapan juga memiliki andil untuk itu," kata Romdhoni, Senin (11/02/2019).
Pasalnya, berbagai jalan yang rusak dan disoal oleh warga Pakis, juga menjadi rute kendaraan pengangkut berbagai material yang bobotnya melebihi jalan kabupaten. Akibatnya, jalan-jalan utama kabupaten tidak kuat menahan bobot kendaraan dan rusak.
Romdhoni melanjutkan, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak pelaksana pembangunan jalan tol. Serta meminta untuk bersama-sama mengatasi persoalan yang dikeluhkan warga. 
"Harapan kita, pihak pelaksana bisa untuk sharing dana dalam perbaikan jalan rusak tersebut," ujar mantan Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang ini.
Jalan berstatus kabupaten yang dikeluhkan warga Mangliawan, Pakis, tersebut kondisinya memang terbilang rusak parah. Serta membahayakan para pengendara yang melintas di jalur tersebut. Terutama di musim penghujan ini, kondisi jalan semakin buruk.
Warga pun berkali-kali meminta adanya reaksi cepat pihak terkait. Tapi, sampai saat ini masih belum ada tindakan perbaikan. Sehingga warga secara swadaya berusaha melakukan perbaikan jalan dengan cara menutup lubang dengan semen seadanya.
Abdul Rohman salah satu warga menyampaikan, akhirnya sejak kemarin dan hari ini mereka melakukan perbaikan seadanya. 

"Kita ramai-ramai tutup beberapa lubang agar tidak terjadi kecelakaan di jalur ini. Karena rusaknya cukup parah dan membahayakan pengendara," ujarnya.
Beberapa warga pun memasang berbagai tanda dengan memakai ban bekas di beberapa lubang jalan. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
"Kita tunggu aksi dari pemerintah atau siapapun belum ada. Jadi kita inisiatif untuk bergerak," pungkas Abdul.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close