Di Pusat Segi Tiga Emas Surabaya, Pasar Tunjungan Malah Mati Suri (10)

Kumpulan Pedagang Tolak Seluruh Nama Hasil Seleksi Bawas

Selasa, 12-02-2019 - 08:17 WIB Hakim Muslim Hakim Muslim

JATIMTIMES, SURABAYA – Masalah belum dilantiknya jajaran direksi PD Pasar Surya berefek terhambatnya program kerja. Salah satunya ialah permasalahan revitalisasi Pasar Tunjungan yang hingga saat ini sama sekali tidak tersentuh.

Namun ternyata Kumpulan Pedagang Pasar Surabaya (KPPS) menolak nama yang muncul dari hasil seleksi. Seperti diketahui saat ini sudah muncul tiga nama sebagai calon direktur utama. Mereka adalah Zandy Ferryansyah, Muchlissaleh Diponegoro dan Teguh Wijayanto.

Zandy Ferryansyah ditolak sebab dianggap sudah terlalu lama menjabat di PD Pasar Surya. Saat ini Ferry sapaan akrabnya memang menjabat sebagai Plh Direktur Utama PD Pasar Surya. Sebelumnya dia merupakan direktur teknik.

Selain Ferry, ada nama lain Wahyu Siswanto yang juga ditolak oleh KPPS. Dia menjabat sebagai direktur pembinaan pedagang.

Ketua KPPS Hakim Muslim menolak Ferry dan juga Wahyu karena dianggap tidak memiliki kinerja yang baik. Keduanya juga sudah terlalu lama berada di PD Pasar Surya.

“Ferry sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik. Bisa dilihat kinerjanya lewat pembangunan. Membuat Detail Engginering Desain (DED) Pasar Tunjungan saja tidak tuntas,” ujarnya.

Kemudian untuk Wahyu juga dianggapnya gagal sebagai direktur pembinaan pedagang. Wahyu dianggap jarang terlihat turun ke lapangan. “Waktu ada penggusuran pedagang di beberapa pasar ke mana dia,” tegas pria yang juga pedagang buku bekas di Pasar Blauran ini.

Untuk masalah pasar tradisional di Surabaya, Hakim mengakui saat ini isu yang menghangat ialah Pasar Tunjungan. Pasar tersebut sama sekali belum mendapatkan sentuhan pembinaan dari Pemkot Surabaya. Termasuk dua periode kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sebab itu dia mendukung para pedagang di Pasar Tunjungan untuk melayangkan gugatan perdata ke Pemkot Surabaya. Sebab, sudah tidak ada cara lain lagi. Karena aspirasi apapun sudah tidak pernah didengar.

“Kami sudah pernah beberapa kali berkirim surat ingin melakukan audiensi dengan wali kota. Tapi hingga saat ini tidak ada balasan,” tuturnya.

Demikian juga dengan melakukan hearing ke dewan atau DPRD Surabaya. Tapi juga belum ada solusi yang didapat. “Akhirnya selain melakukan gugatan kami juga bersuara lewat media,” imbuh Hakim.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Surabaya TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close