Polemik Sampah Pasar Lawang, Dinas Lingkungan Hidup Curhat Anggaran

Selasa, 12-02-2019 - 14:46 WIB Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji saat menyampaikan faktor penumpukan sampah di Pasar Lawang. (Nana) Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji saat menyampaikan faktor penumpukan sampah di Pasar Lawang. (Nana)

JATIMTIMES, MALANG – Polemik sampah di Pasar Lawang yang berlarut-larut mendapat tanggapan  dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. Dinas yang memiliki ranah dalam pengelolaan sampah tersebut menyampaikan beberapa fakta yang ada di dalam tubuh organisasinya terkait sampah.

Melalui Kepala Bidang (Kabid)  Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji, disampaikan beberapa persoalan dan fakta atas kejadian yang membuat masyarakat resah dan terganggu.

Renung mengatakan, persoalan gunungan sampah di Pasar Lawang dikarenakan rusaknya kontainer yang jumlahnya hanya dua unit. "Faktor kontainer rusak menjadi salah satu penyebabnya. Sehingga pengangkutan terganggu dan hujan pun membuat sampah menjadi cepat mengeluarkan bau," kata kabid yang dikenal sebagai seorang penggerak persampahan di Kabupaten Malang itu, Selasa (12/02/2019).

Rusaknya kontainer membuat pengangkutan yang biasanya tiga rit menjadi tidak maksimal. Sedangkan untuk melakukan pembiayaan reparasi, apalagi melakukan pengadaan armada sampah tahun ini, ibarat menunggu bintang jatuh dari langit. Pasalnya, tidak ada anggaran untuk pengadaan armada  tahun 2019 ini.

"Tidak ada anggaran. Kami buka saja. Anggaran kami tahun ini sama dengan tahun lalu. Tapi, kebijakan strategi daerah (jakstrada) pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga wajib naik sekitar 5 persen," ujar Renung yang menegaskan dirinya secara pribadi sedih melihat hal tersebut.

Renung juga menyampaikan pihaknya telah berusaha berjuang keras dalam persoalan tersebut. Tapi antara kebijakan dengan anggaran tidak berjalan seiring. Pengadaan armada sampah untuk bisa mencapai kenaikan dalam jakstrada 5 persen saja membutuhkan 7 truk. Asumsinya, satu truk bisa mengangkut 4-5 kontainer.

Kondisi tersebut berdampak pada armada sampah yang tidak optimal, apabila mengalami kerusakan. Padahal, secara rata-rata, armada sampah yang ada juga sudah terbilang usang atau kedaluarsa.

Seperti diketahui, persoalan sampah di Pasar Lawang membuat masyarakat bereaksi keras. Sebenarnya, masalah sampah bukan hanya terjadi di satu lokasi saja, tapi di berbagai pasar lainnya. 

Di wilayah Kabupaten Malang, ada 34 pasar daerah di 33 kecamatan. Luas wilayah tersebut tentunya juga membutuhkan penanganan serius dari pihak terkait. Penanganan yang bersifat sinergi antara dinas satu dengan lainnya. Serta tentunya penganggaran yang juga pro terhadap persoalan tersebut.

Sayangnya, jakstrada pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga tidak diikuti dengan anggaran. Padahal, persoalan sampah merupakan bagian dari tiga program strategis Pemerintah Kabupaten Malang. Yakni daya dukung lingkungan hidup.

Selain anggaran yang terbilang minim dan tidak menampung kebutuhan pengadaan armada sampah yang setiap tahun mengalami peningkatan volume, menurut Renung, jumlah UPT DLH pun tahun ini akan dipangkas habis-habisan. Dari 7 UPT,nantinya menjadi satu.

"Ini membuat kamj semakin berat. Kegiatan kami berbasis anggaran yang disetujui," ucapnya yang juga melanjutkan, pihaknya akan secepatnya membawa persoalan tersebut kepada DPRD.

Selain tidak adanya anggaran pengadaan armada sampah, tahun ini pula pihak DLH Kabupaten Malang juga diwajibkan melakukan fasilitasi musrenbang kecamatan. Sehingga, anggaran yang ada semakin menyusut dengan adanya tambahan kegiatan tersebut. "Kami sampaikan ke dewan dan sebisanya bisa duduk bersama dengan Dinas Pasar (Disperindag) maupun Bappeda," pungkas Renung.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close