Perpanjangan Kontrak Tower Tak Wajib Kompensasi, Warga Junjung Terancam Ngaplo

Selasa, 12-02-2019 - 16:51 WIB Kepala Desa Junjung bersama  pengelola tower saat di balai desa. / Foto : Endi / Tulungagung TIMES Kepala Desa Junjung bersama pengelola tower saat di balai desa. / Foto : Endi / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG –  Warga di sekitar tower yang berada di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, terancam ngaplo atau gigit jari. Pasalnya, tuntutan mereka untuk mendapatkan ganti rugi tidak diatur dalam sistem perpanjangan kontrak tower yang telah habis masa berlakunya.

"Persyaratan tidak ada untuk memberi kompensasi," kata Santoso, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PSTP) Kabupaten Tulungagung Selasa (12/02) pagi

Namun, meski tidak ada dalam aturan, Santoso tidak membatasi jika para pihak mencari solusi agar dapat tidak terjadi gejolak atau penolakan di masyarakat.  "Secara ketentuan (memang) tidak ada, tapi biasanya win-win solution (jalan tengah)," terangnya.

Sebelumnya, puluhan warga Junjung mendatangi kantor desa Kamis (07/02) siang. Mereka meminta pihak pengusaha tower yang ada di lingkungan mereka memperjelas kompensasi kepada warga setelah diketahui masa berlaku izinnya telah habis.

"Dulu sudah sepakat dalam perjanjian, radius ketinggian tower telah habis dapat kompensasi. Kini masa berlaku izin habis. Mestinya dalam perpanjangan harus melibatkan masyarakat kembali," kata tokoh warga Endi Widayatno.

Beberapa waktu sebelum kembali beroperasi, pihak keluarga besar pemilik lahan melakukan penyegelan area tower. Namun, segel itu tiba-tiba dibuka kembali tanpa sepengetahuan warga. 
"Mungkin keluarga sudah dapat Kompensasi sebagai perpanjangan kontrak, tapi kan warga belum diajak bicara," kata  Endi.

Dalam pertemuan yang dihadiri warga, kepala desa dan pihak tower itu, menurut Endi, pihak tower awalnya mengatakan tidak perlu memberi kompensasi warga untuk izin perpanjangan. 
"Tapi warga tetap minta, kemudian warga sepakat meminta per rumah sebesar 1,5 juta rupiah," ungkapnya. Atas permintaan itu, pihak tower masih belum memberi jawaban dengan pasti.

Sementara itu, Kepala Desa Junjung Hari Santoso mengakui jika warganya meminta mompensasi sebesar 1,5 juta per kepala keluarga di radius tower.  "Betul, warga masih dalam tahap mengajukan kompensasi Ke pihak tower. Warga minta per rumah Rp 1,5 juta," kata Hari.  

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close