Hamparan Hijau Padi Jadi Lautan Lumpur, Warga Desak Pemerintah Normalisasi Sungai

Jum'at, 08-03-2019 - 07:45 WIB Pasca Banjir di Desa Pelem, Campurdarat. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES Pasca Banjir di Desa Pelem, Campurdarat. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Pasca-banjir, warga di Desa Pojok dan Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, mendesak agar pemerintah segera melakukan normalisasi sungai yang bermuara di Terowongan Neyama. Pasalnya, jika air datang secara tiba-tiba dengan jumlah besar, sungai yang telah mengalami kedangkalan itu tak mampu memuat air untuk dialirkan ke laut 

"Kami minta agar pemerintah desa secara mengajukan upaya normalisasi. Puluhan hektare tanaman warga terancam gagal panen karena terendam air akibat banjir," kata Supardi, salah satu pensiunan Polri, saat ditemui di lokasi

Meski di desanya banjir tidak sampai membuat warga mengungsi, jumlah kerugian akibat rendaman air di sawah tidak sedikit. 
"Kerugian kita materi berupa lahan yang terendam. Padahal masyarakat sini mayoritas hidup bertani," ungkapnya.

Sementara itu, Karwito (43), warga Desa Pojok, menjelaskan jika sawah yang dapat dipastikan gagal panen bukan puluhan hektare, namun hingga ratusan hektare. "Sarana pembuangan dangkal, air hujan yang deras berhenti dan akhirnya banjir," kata dia.

Karwito sebisa-bisanya membantu mengalirkan air yang mandek dengan mengerahkan alat berat miliknya. "Jika memang ingin dapat di antisipasi maka normalisasi adalah jalan satu-satunya agar air yang datang dari dataran yang lebih tinggi dapat langsung terbuang," terangnya.

Sepanjang jalan Desa Pojok dan Pelem memang cukup memprihatinkan dalam kondisi tergenang. Sawah yang semula berwarna hijau dengan tanaman padi kini seperti lautan lumpur yang berwarna kuning.

Bencana banjir dipicu hujan sepanjang hari mulai Rabu (6/03)  hingga Kamis pagi. Hingga kini genangan air di berbagai wilayah terdampak telah surut. Namun sebagian warga belum kembali ke rumah dan memilih bertahan di tetangga untuk tinggal sementara. 

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close