Bikin Cemas, 60 Sumber Mata Air Kabupaten Malang Menyusut

Kamis, 14-03-2019 - 20:07 WIB Salah satu sumber mata air di Gondanglegi yang kini menjelma menjadi destinasi wisata bernama Sumber Sira (dixtio comunnity) Salah satu sumber mata air di Gondanglegi yang kini menjelma menjadi destinasi wisata bernama Sumber Sira (dixtio comunnity)

JATIMTIMES, MALANG – Kebutuhan air bersih setiap tahun mengalami peningkatan. Baik untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan cuci, maupun untuk dikonsumsi sebagai air minum. Eksplorasi air bersih terus menerus ini juga menguras berbagai sumber mata air. Baik dikarenakan eksploitasi berlebih dan mengabaikan lingkungan hidup, smpai semakin banyaknya sumber-sumber air yang tertutup karena adanya berbagai pembangunan.

Hal ini pula yang kerap menimbulkan gejolak di tengah masyarakat Kabupaten Malang. Semisal di wilayah Pakis dengan kasus eksplorasi sumber air wendit sampai di wilayah Karangploso. Masyarakat cemas, sumber air akan terkuras dan menyusut dengan ekses semakin sulitnya mereka memenuhi kebutuhan air bersih.

Kecemasan tersebut pun didukung dengan pernyataan Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi beberapa waktu lalu yang mengatakan, penyusutan sumber mata air yang dikelolanya selama ini memang terjadi. "Ada 60 sumber mata air yang merupakan baku air yang kita kelola saat ini tengah mengalami penyusutan," kata Syamsul Hadi membenarkan kecemasan masyarakat atas kondisi tersebut.

60 sumber mata air tersebut terdiri dari 3 titik air permukaan, 41 sumber mata air dan 16 titik sumur dalam. Walau menurut data Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sumber mata air di wilayah Malang Raya secara umum terbilang banyak, yaitu 872 titik. 

Dimana di wilayah Kabupaten Malang sendiri dilintasi 10 sungai besar, seperti kali Brantas yang memiliki 9 anak sungai serta bercabang atau memiliki sirip sejumlah 27 aliran. Tapi, penyusutan berbagai mata air yang berasal dari aliran sungai-sungai besar, tetap menjadi warning.

Penyusutan sumber mata air semakin parah bila memasuki musim kemarau. Syamsul Hadi juga mengatakan, di musim kemarau, penyusutan air bisa mencapai lebih dari 30 persen. Maka, beberapa wilayah di Kabupaten Malang setiap tahunnya di musim kemarau kerap dilanda kekeringan dan masyarakatnya kekurangan air bersih.

Kondisi inilah yang juga perlu menjadi perhatian serius dari Pemkab Malang. Khususnya dalam melakukan penanaman pohon yang tidak hanya sekedar seremoni belaka dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Penguatan kesadaran dan tindakan tegas pun sudah saatnya ditegakkan bagi siapapun yang secara langsung telah mengakibatkan semakin hilang atau menyusutnya air yang berasal dari berbagai sumber mata air.

Di pihak Perumda Tirta Kanjuruhan, saat masih bernama PDAM Kabupaten Malang, peran untuk menjaga kestabilan pasokan air bersih kepada masyarakat dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber mata air lain. Serta melakukan pengembangan dan pemanfaatan sumber air dari beberapa sungai besar.

Misalnya, seperti sumber mata air yang dinamakan Siuk di Desa Taji, Kecamatan Jabung, yang memiliki kapasitas debit 675 liter. Atau sumber mata air di Metro, Talangagung, Kepanjen yang juga memiliki debit  air terbilang besar. Tentunya untuk menjaga sumber mata air tersebut juga membutuhkan andil organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Serta keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama menjaga, melindungi serta menguatkan daya dukung berbagai sumber mata air tersebut.

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close