Rawan Kebakaran saat Pemilu, Satu Kecamatan Hanya Disedikan 4 Apar

Sabtu, 13-04-2019 - 19:46 WIB ilustrasi petugas saat menjinakkan kebakaran, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa) ilustrasi petugas saat menjinakkan kebakaran, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Pesiapan pelaksanaan pemilu yang tinggal empat hari ke depan, benar-benar dilakukan secara cermat.  Tidak hanya penyelenggara mulai dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang, tapi juga pihak keamanan seperti anggota kepolisian, TNI, hingga  Satlinmas. 

Bahkan, PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang juga turut berlomba-lomba untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut. PPBK berupaya supaya tidak ada insiden kebakaran. Kalaupun terjadi, dapat segera diatasi sehingga tidak sampai mengganggu jalannya pemilu.

Persiapan itu memang dilakuka, karena sejak awal tahun 2019 kasus kebakaran memang silih berganti terjadi pada beberapa titik di Kabupaten Malang. “Berdasarkan catatan kami, insiden kebakaran memang selalu meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019 ini, tercatat sudah ada 10 insiden kebakaran yang terjadi di Kabupaten Malang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Pihaknya menambahkan, tingginya kasus kebakaran yang terjadi, membuat PPBK Kabupaten Malang juga mewaspadai potensi kebakaran saat pemilu berlangsung. “Surat suara terbuat dari kertas, tentunya mudah terbakar. Untuk itu kami menyediakan 3 sampai 4 Alat Pemadam Api Ringan (Apar) dengan kapasitas 6 kilogram di masing-masing kecamatan,” imbuhnya.

Berdasarkan analisa MalangTIMES.com, jumlah Apar yang hanya disediakan maksimal 4 di masing-masing kecamatan ini, tentunya masih jauh dari ekspektasi. Sebab, di Kabupaten Malang sendiri memiliki 8.409 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang terbagi dalam 33 kecamatan. Artinya, jika dirata-rata tiap kecamatan memiliki sedikitnya 255 TPS. 

Terkait hal ini, Goly mengaku jika satu kecamatan disediakan hanya 4 Apar memang kurang memadai. Ditambah lagi, armada pemadam kebakaran yang dimiliki PPBK Kabupaten Malang hanya ada 6 unit, itupun 2 di antaranya tidak memadai untuk operasional pemadaman kebakaran. “Kami memiliki 6 mobil pemadam kebakaran, 2 di antaranya sudah tidak layak beroperasi karena usianya sudah tua,” terangnya.

Goly menambahkan, meski keadaan saat ini kurang memadai. Namun pihaknya memastikan jika insiden kebakaran saat pemilu berlangsung, bisa diminimalisir. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pengamanan serta OPD (Organisasi Pemerintah Daerah), guna mengantisipasi kemungkinan terburuk. yakni kebakaran,” imbuhnya.

Dari hasil pemetaan yang dilakukan PPBK Kabupaten Malang, sementara ini sudah ada beberapa daerah yang dikategorikan rawan kebakaran. Di antaranya Kecamatan Singosari, Dampit, Lawang, Turen, dan Kepanjen. “Sebanyak 38 personel kebakaran yang kami miliki, bakal dimaksimalkan untuk mengantisipasi adanya kebakaran. Terutama memonitor wilayah yang masuk kategori rawan. Selain itu kami juga sudah melakukan pelatihan khusus kepada Linmas, guna melakukan penanganan sementara saat inseden kebakaran terjadi,” pungkasnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close