Pulau Gili Probolingo Masuk Sebagai Zona Rawan Ricuh Pemilu

Senin, 15-04-2019 - 18:59 WIB Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal didampingi wali kotya dan dandim 0820 saat memeriksa kesiapan pasukan pengamanan pemilu di alun-alun (Agus Salam/Jatim TIMES) Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal didampingi wali kotya dan dandim 0820 saat memeriksa kesiapan pasukan pengamanan pemilu di alun-alun (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota menetapkan Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dan Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, daerah rawan. Sedang untuk zona merah pada pemilu tahun ini, tidak ada.

Hal tersebut dipertegas Kapolres Probolinggo Kota, AKBP ALfian Nurrizal, usai Apel Gelar Pergeseran Pasukan Pemihan Umum Presiden-Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Tingkat I, DPRD Tingkat II, Senin (15/4) di alun-alun. Jatim. Karenanya, didua wilayah tersebut pengamanannya diperketat. Mengingat, berpontensi konflik antar pendukung caleg maupun capres-cawapres.

Alfian menetapkan Kelurahan Mayangan daerah rawan, berbekal pengalaman pilwali tahun 2013. Dimana saat itu terjadi bentrok antar pendukung paslon, hingga berujung kerusuhan.  Kantor kelurahan dirusak dan 1 unit kendaraan dinas KPU dirusak dan 1 unit kendaraan polresta, dibakar. Karenanya, Polresta menetapkan kelurahan Mayangan masuk zona merah pada pilkada serentak 2018 tahun lalu.

Pada pemilu tahun ini (2019) zona merah yang pernah diberlakukan di Kelurahan Mayangan, dicabut. Karena pada pilkada serentak tahun lalu, kondusif alias tidak terjadi apa-apa. Dikelurahan paling utara tersebut, hanya masuk zona rawan. “Diwilayah kami tidak ada zona merah. Untuk Mayangan masuk zona rawan,” tegasnya.

Sedang Desa Gili Ketapang berkatagori rawan, karena terdepat 3 caleg yang bertarung, serta pendukung fanatik capres-cawapres. Di desa yang berada di tengah laut tersebut terdapat 25 TPS, 6.417 Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

“Anggota yang kami tugasi menjaga di sana 10 personil, dipimpin 1 perwira. Kami dibantu Linmas dan TNI. Soalnya 1 desa ada 3 caleg. Rawan bentrok antar pendukung,” tandas kapolresta.

Alfian kemudian mengklasifikasi petugas keamanan di masing-masing TPS. Untuk TPS katagori aman, 4 TPS dijaga 8 linmas dan 1 personil polisi. TPS berkatagori rawan, 2 TPS dijaga 1 personil polisi, 4 anggota Linmas. Ssementara untuk TPS sangat rawan, 1 TPS dijaga 1 polisi dan 2 anggota Linmas. “Tiap TPS dijaga 2  Linmas. Tidak setiap TPS dijaga polisi, kecuali sangat rawan. 1 polisi menjaga 1 TPS,” jelasnya.

Jika TPS katagori rawan, 1 polisi menjaga 2 TPS. Mereka atau polisi tersebut mobile alias berpindah-pindah menjaga 2 TPS tersebut. Sedang untuk anggota TNI, Alfian menyebut, jumlahnya 2/3 dari jumlah anggota polisi. 

“Untuk brimob, standby di mapolresta. Mereka bergerak ke lokasi kalau ada perintah. Brimob yang standby di sini, tugasnya juga wilayah Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Sementara Polresta menyiapkan 2.524 personil keamanan. Terdiri dari 371 personol Polres Probolinggo Kota, 100 anggota TNI, 5 Denpom, 97 Brimob Polda Jatim, 1.300 Linmas ditambah 1.014 anggota linmas Kabupaten Probolinggo. Petugas keamanan itu akan disebar di 606 TPS di wilayah Kota Probolinggo dan 512 TPS di Kabupaten Probolinggo. 

“Wilayah kami, sebagian masuk Kabupaten Probolinggo. Ada 3 kecamatan,” tambah Kapolresta.

Sementara itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin yang menjadi inspektur upacara pada apel gelar pergeseran pasukan tersebut, yakin pemilu di wilayahnya berlangsung aman dan lancar. Mengingat, masyarakatnya memiliki kedewasaan berfikir, sehingga mampu menjaga keamanan. 

“Masyarakat kami cara berfikirnya sudah dewasa. Sedang petugas keamanan dari TNI-Polri dan Linmas, sudah tahu kondisi wilayahnya. Maka Pemilu tahun ini akan berlangsung aman dan damai,” katanya singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close