21 Caleg DPRD Provinsi Jatim Dipastikan Gigit Jari, Kursi Terlihat Didominasi Parpol Lama

Kamis, 18-04-2019 - 17:16 WIB Grafik sementara prosentase suara pileg Jatim (KPU RI) Grafik sementara prosentase suara pileg Jatim (KPU RI)

JATIMTIMES, MALANG – 21 calon legislatif (caleg) dari wilayah Jawa Timur (Jatim)  bersiap-siap untuk gigit jari. 

Pasalnya, kursi yang diperebutkan di Jatim, dari dapil 1 sampai 14 hanya sebanyak 120 kursi. 

Sedangkan caleg Jatim sesuai data KPU Jatim tercatat sebanyak 141 orang dari 20 partai politik (parpol) yang berkontestasi dalam pemilu 2019.

Seperti diketahui, dapil dalam pemilu 2019 di wilayah Jatim mengalami perubahan. 

Dari 11 dapil menjadi 14 sehingga ada penambahan kursi sebanyak 20 dari asalnya 100 kursi tahun 2014 lalu menjadi 120.

Penambahan tersebut, tidak membuat para caleg bisa berleha-leha. 

Terutama di tengah hiruk pikuknya pilpres yang menenggelamkan pileg. 

Pergulatan sengit terjadi antar caleg, baik dengan caleg parpol yang berbeda maupun dengan rekan satu rumahnya.

Ini pula yang terjadi di wilayah Jatim. Dimana melihat hasil suara sementara di KPU, parpol-parpol besar dan terbilang lama masih menguasai prosentase suara di Jatim.

Data KPU memperlihatkan untuk DPRD Provinsi Jatim,  PDI-Perjuangan mengantongi 30,19 persen, PKB 10,98 persen, Nasdem 8,66 persen, Gerindra 8,06 persen,  dan Demokrat dengan raihan 7,88 persen. 

Diikuti Golkar meraup 7,84 persen, PAN sebanyak 6,96 persen dan  PKS sebesar 5,09 persen.

Sisanya adalah PSI (3,59), Perindo (2,86), PPP ( 2,86), Berkarya (2,06). Diikuti dengan Hanura 1,65 persen serta partai Garuda 0,86 persen. 

Melihat data tersebut, walaupun masih data sekitar 0,18 persen dari 130.179 TPS. 

Tapi, telah menunjukan sebuah trend terkait penguasaan suara oleh parpol besar. 

Dimana, kursi legislatif Jatim akan dikuasai oleh beberapa partai besar. 

Sedangkan untuk parpol baru harus bersiap untuk gigit jari.

Burhanudin Muhtadi pengamat politik menyampaikan, bahwa pertarungan di legislatif sangatlah keras. 

Bukan saja dengan caleg dari parpol berbeda saja, tapi di dalam parpol sendiri persaingan sangatlah ketat.

"Ini terlihat dari adanya angka prosentase yang dirilis oleh lembaga survei melalui quick count. Dimana, terdapat pergerakan yang dinamis antar parpol. Misalnya, PKS yang dulu masih 4 persen ternyata kini meroket," ujarnya, Kamis (18/04/2019).

Selain itu efek ketokohan caleg menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat memilih calon wakil rakyatnya. 

Dan hal tersebut, kembali para caleg dari parpol besar seperti PDI-Perjuangan maupun Nasdem yang akan kembali merebut kursi dewan. 

Tak terkecuali di wilayah Jatim yang terbilang banyak dapilnya.

Seperti diketahui wilayah Jatim terdiri dari dapil  I yang berada di Kota Subabaya dengan 8 kursi. 

Jatim II di Kabupaten Sidoarjo 6 kursi, dapil III di kota/kabupaten Probolinggo dan kota/kabupaten Pasuruan 9 kursi. 

Jatim IV terdiri Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo 9 kursi.

Selanjutnya dapil Jatim V di Lumajang dan Jember 11 kursi, Jatim VI di kota/kabupaten Malang dan Kota Batu 11 kursi. 

Dapil Jatim VII di Kabupaten Tulungagung dan kota/kabupaten Blitar 7 kursi. Jatim VIII kota/kabupaten Kediri 6 kursi. 

Dapil Jatim IX terdiri Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi 12 kursi.

Kemudian Jatim X terdiri kota/kabupaten Mojokerto dan Jombang 8 kursi. 

Jatim XI berada di kota/kabupaten Madiun dan Nganjuk 6 kursi, Jatim XII di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban 7 kursi. 

Jatim XIII di Kabupaten Lamongan dan Gresik 8 kursi serta dapil Jatim XIV di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep 12 kursi.

Sedangkan para caleg di 14 dapil Jatim yang masuk dalam daftar calon tetap (DCT) seperti terlihat di infografis di bawah ini.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close