Bisa Atasi Gulma dan Memanen Sendiri, Ini Beberapa Robot Canggih untuk Pertanian Masa Depan

Sabtu, 20-04-2019 - 10:27 WIB Agmechtronix salah satu robot canggih pertanian masa depan. (Foto: istimewa) Agmechtronix salah satu robot canggih pertanian masa depan. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Industri pertanian di masa depan akan membutuhkan teknologi robot untuk membantu petani mengolah ladang mereka. Kecerdasan buatan itu suatu saat bisa membantu di bidang pertanian dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Robot-robot tersebut dirancang untuk melakukan banyak pekerjaan khusus, mulai dari memindai lahan hingga membersihkan gulma secara kimiawi atau mekanis dengan herbisida, dan menyisir tunas liar pada tanaman selada.

Berikut teknologi canggih robot pertanian masa depan.

1. Agmechtronix
 

Agmechtronix ini mengembangkan selada tipis otomatis. Menggunakan teknologi penglihatan, yang lebih tipis mendeteksi jumlah tanaman dan jarak tanam, serta menerapkan bahan kimia untuk menghilangkan tanaman yang tidak diinginkan untuk menciptakan jarak yang diinginkan. Ini meningkatkan kesehatan tanaman dan sekali lagi mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

Manfaat lain untuk sistem otomatis seperti ini adalah  dapat dijalankan pada malam hari. Pekerja tangan tradisional hanya dapat bekerja di siang hari untuk alasan yang jelas, tetapi teknologi pencitraan pada sistem Agmechtronix memungkinkan thinner mereka untuk berjalan kapan saja. Ini bisa menguntungkan operasi yang lebih besar dan memiliki banyak bidang yang akan membutuhkan penipisan pada titik yang sama di musim ini.

2. Vision Robotika
 

Visioan Robotika yang berbasis di San Diego, California, AS, telah mengembangkan sistem robotik khusus untuk pertanian selama beberapa tahun dan merupakan perusahaan yang saat ini memiliki produk di pasar. Produk mereka termasuk tukang kebun anggur yang menyaring tanaman merambat dan menggunakan lengan robot untuk tanaman yang tipis, serta selada otomatis yang lebih tipis.

Selada sering ditanam dengan populasi yang jauh lebih tinggi daripada yang dibutuhkan karena nilai tinggi tanaman. Ini memastikan bahwa ladang akan memenuhi populasi target, bahkan jika ada masalah dengan perkecambahan atau penyakit. Setelah tanaman berkecambah, pekerja lapangan kemudian akan memotong tanaman ekstra untuk mendapatkan jarak yang benar.

Alat pengencer selada otomatis menggunakan teknologi penglihatan untuk mendeteksi tanaman dan menggunakan sistem pengiriman cairan untuk menyemprot dan menghilangkan selada yang tidak diinginkan dan mencapai populasi tanaman yang diinginkan di lapangan. Hal ini secara drastis mengurangi tenaga kerja yang diperlukan ke ladang selada 

3. Rippa
 

Robot Rippa dikembangkan oleh para peneliti di University of Sydney di Australia. Selain mencari bagian dari robot agricultural futuristik, ia dapat melakukan beberapa jenis operasi lapangan. Sistem ini menggunakan teknologi pencitraan canggih untuk mendeteksi tanaman, buah, atau gulma, dan kemudian dapat secara mekanis menghilangkan tanaman yang tidak diinginkan atau menyemprotkan produk pada tanaman, seperti apel di kebun, untuk mengendalikan hama dan penyakit.

4. Naio Technologies 
 

Naio ini memiliki beberapa robot yang sepenuhnya dikomersialkan dan ada di pasaran. Ukurannya yang kecil cocok untuk bekerja dengan bidang yang lebih kecil atau lingkungan rumah kaca. Alat ini dirancang untuk sistem produksi sayuran yang lebih besar. Semua robot sepenuhnya sekaligus menghapus gulma dari antara baris menggunakan metode mekanis, seperti pengolahan tanah.

5. Ecoroborix
 

Sistem Ecorobotix ini unik. Robot ini adalah drone, sepenuhnya mandiri otonom didukung oleh matahari. Ia akan beroperasi sepanjang hari menggunakan tenaga surya dan target-semprot gulma dengan menggunakan sistem visi kamera dan lengan bergerak cepat yang memberikan dosis kecil herbisida. Mudah membayangkan masa depan di mana armada robot serupa dapat tinggal di tepi setiap bidang dan menjaga kesehatan tanaman tanpa memerlukan masukan manusia.

6. FarmBot 
 

FarmBot merupakan proyek robot pertanian yang sangat inovatif dan saat ini sudah siap dipasarkan secara komersial. Perusahaan FarmBot yang berbasis di California menciptakan robot dengan karakter ‘do it yourself’, yang diharapkan bisa menjadi solusi tepat bagi para petani dan penghobi tananam di rumah.

FarmBot Genesis, merupakan robot generasi pertama berjalan pada trek yang telah dibangun sebelumnya dan memiliki dukungan infrastruktur yang dipasang sesuai kebutuhan. Robot ini bergantung pada platform perangkat lunak yang dapat diakses pengguna melalui aplikasi web FarmBot. 

Robot ini bergantung pada platform perangkat lunak yang dapat diakses pengguna melalui aplikasi web FarmBot. Dengan begitu terlihat seperti permainan Komunitas online FarmBot membuat setiap langkah instruksi menjadi lebih mudah untuk masing-masing proses. Robot ini  juga menyediakan forum untuk memecahkan masalah saat menerapkan FarmBot.

FarmBot dapat membuang air, membuat pupuk, dan aktivitas lain agar tanaman tumbuh dengan baik. Karena tidak memerlukan teknologi sensor khusus, FarmBot menjadi solusi yang lebih murah daripada menggunakan peralatan industri pertanian yang ada di pasar. Dan dengan robot unik ini petani dapat menyesuaikan FarmBot untuk melakukan hampir semua tugas bertani atau berkebun sesuai keinginan.

7. Angus
 

Robot pertanian masa depan ini pertama diperkenalkan oleh Brandon Alexander. Robot ini memiliki berat hampir 1.000 pon. Meskipun agak lambat, Angus mampu mengungkit palet 800 pon sayuran dan dapat memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain. 

Tugas utama robot ini adalah mengantarkan produk sayuran ke robot lain. Kemudian ia juga dapat memindahkan tanaman dari polong yang lebih kecil ke polong yang lebih besar dengan menggunakan lengan mekaniknya. 

Dengan adanya robot pertanian masa depan tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa akan banyak pekerjaan petani yang digantikan oleh para robot tersebut. Jika sekarang penanaman dan panen masih banyak membutuhkan tenaga kerja, maka di masa yang akan datang, akan banyak tenaga robot yang menggantikan pekerjaan petani.

Robot pertanian masa depan mampu memanen secara otomatis panen sekaligus menjalankan kontrol mutu seperti sortir dan grading. Robot pertanian dirancang agar mampu mengerjakan pekerjaan 20 orang lebih dengan cepat dan akurat selama beberapa jam saja.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close