Di Malang, Rotan Sintetis Kini Lebih Diminati daripada yang Asli

Sabtu, 20-04-2019 - 21:04 WIB Pengrajin rotan sintetis di tempat usaha milik Pujiono (Luqmanul Hakim/Malang Times) Pengrajin rotan sintetis di tempat usaha milik Pujiono (Luqmanul Hakim/Malang Times)

JATIMTIMES, MALANG – Pengrajin rotan berpindah menggunakan bahan sintetis. Sebab, perawatan yang mudah, warna yang banyak, dan lebih tahan lama.

Hal tersebut dikatakan Pujiono pemilik usaha pembuat kerajinan dari bahan dasar rotan. 

Sekarang, ia memilih menggunakan bahan dasar rotan sintetis untuk kerajinannya karena melihat bahan rotan yang dijual saat ini tidak sebagus dulu.

"Rotan sekarang itu yang dijual masih muda, kualitasnya kurang bagus" ujar Pujiono kepada MalangTIMES saat ditemui di tempat usahanya di Jl Raya Tanjungsari Karangploso Wetan, Sabtu (20/4/2019).

Lanjutnya, bahan sintetis tersebut juga banyak diminati karena banyaknya pilihan warna yang tersedia.

Sedangkan untuk rotan asli hanya satu warna saja.

"Bisa saja diwarnai, tapi lama kelamaan jadi pudar. Kalau sintetis kan awet" tegasnya.

Lanjutnya, bahan rotan sintetis sendiri lebih awet dibandingkan dengan bahan dasar rotan asli. 

Terlebih lagi saat ini tak sedikit pengguna kerajinan berbahan rotan menggunakannya di luar ruangan atau outdoor.

"Kalau bahan sintetis itu biarpun kena panas dan hujan setiap hari, masih kuat. Tapi kalau rotan asli semakin rapuh" jelasnya.

Tak hanya itu saja, lanjutnya, penggunaan bahan rotan sintetis dikarenakan banyak pesanan yang meminta menggunakan bahan tersebut.

"80 persen pemesan itu minta pakai bahan rotan sintetis, tapi kalau ada yang pesan pakai rotan asli juga kita layani" jelasnya.

Sementara itu, bergbagai kerajinan dari rotan sintetis dibuat oleh pegawainya di dua lokasi tokonya. 

Mulai dari yang terkecil seperti pot bunga hingga hiasan lainnya dan juga bisa menerima request model apapun. 

Untuk pemasarannya sendiri, ia sudah memasarkan kerajinan rotan berbahan sintetis bikinannya hampir ke seluruh Indonesia. 

Sedangkan untuk harga yang diberikan dibandrol mulai dari Rp 7 ribu hingga jutaan rupiah. 

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close