Di Kota Malang Bermunculan Karangan Bunga #SaveKPU

Selasa, 23-04-2019 - 16:31 WIB Karangan bunga #Save KPU bertebaran di bundaran Alun-alun Tugu Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES). Karangan bunga #Save KPU bertebaran di bundaran Alun-alun Tugu Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

JATIMTIMES, MALANG – Belasan karangan bunga tampak bertebaran di kawasan bundaran Alun-alun Tugu Kota Malang. Karangan bunga berukuran sekitar satu kali dua meter itu terpampang saling berjajar dan melingkar.

Tagar #SaveKPU pun menghiasi karangan bunga yang sudah tampak ada sejak Selasa (23/4/2019) siang tadi. Hampir seluruhnya menggunakan background merah putih dan dilengkapi dengan gambar Pancasila.

"#SaveKPU. Pengorbananmu Akan Kami Kenang Selamanya," bunyi karangan bunga yang juga dilengkapi dengan nama pengirim H Andy TP itu.

"Damailah Indonesiaku," tulis pengirim, keluarga J. Bas.

"Mari kita bergandengan tangan demi kemajuan NKRI dan Kesejahteraan Anak Cucu Kita," tulisan Karangan Bunga oleh keluarga Slamet Hariyanto dan Savitri.

Menanggapi itu, Komisioner KPU Kota Malang, Deny Bachtiar menyampaikan jika itu merupakan bentuk dukungan yang diberikan oleh masyarakat. Dia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang memberi dukungan.

"Ini juga menjadi suntikan bagi kami untuk terus melalui berbagai tahapan dalam proses Pemilu. Terutama proses rekapitulasi yang berlangsung di tingkat PPK hingga kota," terang Deny pada wartawan, Selasa (23/4/2019).

Dia juga menyampaikan, sederet isu yang menerpa KPU selama proses Pemilu berlangsung sama sekali tak membuat KPU Kota Malang merasa terbebani dalam bekerja. Sederet kritik yang disampaikan, baik secara langsung maupun media sosial menurutnya telah disikapi oleh KPU.

Namun jika kritik yang diberikan mengarah pada penyebaran berita yang tak benar alias hoaks, Deny menyampaikan jika itu cukup mengganggu. Di Kota Malang sendiri, penyebaran isu hoaks juga sempat terjadi dan menimbulkan sedikit permasalahan.

"Seperti di Kelurahan Sumbersari kemarin, ada yang bilang bisa nyoblos hanya dengan bawa KTP, padahal itu nggak benar. Boleh nyoblos gunakan KTP asal di TPS yang sesuai domisili. Hal seperti itu yang sempat menganggu," paparnya.

Meski begitu, lanjutnya, sederet tahapan akan terus dilakoni KPU. Proses penghitungan dari tingkat TPS, kecamatan, hingga Kota akan dituntaskan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Saat ini, proses entri data juga sudah dilakukan sebagai pertanggungjawaban kepada publik.

"Tapi hasil dari Pemilu ini akan disampaikan pada Mei mendatang. Semuanya dihitung secara manual," pungkasnya. 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : The Hindustan Times
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close