Mudahkan Layanan, DPM PTSP Buat Bilik OSS

Selasa, 23-04-2019 - 16:56 WIB Bilik OSS DPM PTSP Kota Malang dapat diakses untuk memberi kemudahan bagi pengusaha yang akan membuat izin usaha (Pipit Anggraeni/MalangTIMES) Bilik OSS DPM PTSP Kota Malang dapat diakses untuk memberi kemudahan bagi pengusaha yang akan membuat izin usaha (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Sistem Online Single Submission (OSS) yang diluncurkan Pemerintah Indonesia pada 2018 lalu menjadi salah satu upaya meningkatkan layanan perizinan berusaha. Di Kota Malang sendiri, layanan sistem OSS baru aktif dilaksanakan pada awal tahun ini.

Untuk mempermudah layanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Malang atau yang dulu dikenal dengan nama Dinas Perizinan itu pun membuka bilik OSS. Tujuannya adalah memudahkan mayarakat yang masih merasa kebingungan saat akan mengurus izin melalui sistem OSS.

"Kami sudah memiliki bilik khusus, dan sudah banyak yang memanfaatkan. Banyak pemohon yang datang untuk mendapat pendampingan," kata Sekretaris DPM PTSP Kota Malang, Wulan Ragas Prasiani Iriana pada MalangTIMES saat ditemui dalam agenda sidang paripurna DPRD Kota Malang belum lama ini.

Dengan adanya Bilik OSS yang sudah beroperasi sejak Januari itu, Wulan berharap masyarakat dan para pengusaha yang masih kesulitan dapat langsung datang ke kantor DPM PTSP di kantor terpadu Pemkot Malang. Karena akan ada staff yang dibekali ilmu khusus untuk membantu pemanfaatan sistem online tersebut.

"Bisa datang langsung ke Bilik OSS, sudah ada petugas dan komputernya juga memadai," urainya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan MalangTIMES saat berkesempatan melihat langsung suasana bilik OSS, tampak ada empat komputer yang sudah disiapkan. Ruangan berukuran tak terlalu besar itu pun tampak ramai dengan antrian pemohon yang hendak menyelesaikan proses mengurus izin melalui sistem OSS.

"Memang begitu mbak antriannya, sering mengular. Kadang jadi kayak klinik," terang Pendamping OSS DPM PTSP Kota Malang, Yogi Dwi Prastita Putra di sela-sela kesibukannya melayani pemohon.

Dalam satu hari, menurutnya ada banyak pemohon yang datang untuk melakukan konsultasi. Terutama terkait dengan tata cara menginput data. Karena masih ada beberapa pelaku usaha yang merasa kebingungan saat akan memasukkan beberapa berkas agar nomor induk berusaha (NIB) keluar.

Namun dalam sehari, lanjutnya, rata-rata ada dua hingga lima pemohon yang berhasil memperoleh NIB dan menyelesaikan setiap tahapan. Rata-rata merupakan jenis usaha baru yang memang akan didirikan oleh masyarakat.

"Dan ini memang sistemnya berbeda dengan jenis usaha lainnya. Dulu yang ngurus bisa saja diserahkan kepada notaris. Kalau sekarang harus murni pengusahanya sendiri, dan pendamping kita tidak boleh ikut entri data. Harus hanya mendampingi saja," paparnya.

Sebagai informasi, pengurusan izin usaha secara online tersebut dapat dimanfaatkan investor dari perseroan terbatas (PT), firma, persekutuan komanditer (commanditaire vennootschap/CV) koperasi, maupun perseorangan untuk perizinan usaha kecil dan menengah (UKM).

Melalui OSS, investor dapat memperoleh berbagai informasi selain nomor induk berusaha (NIB). Di antaranya informasi insentif fiskal yang akan diperoleh, seperti tax holiday, tax allowance, dan pajak penghasilan (PPh) 0,5% kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close