Amankan Aset dan Pendapatan Daerah, Khofifah Bakal Terapkan Sistem Terpadu

Selasa, 23-04-2019 - 17:09 WIB Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membuka rakor optimalisasi pendapatan daerah di Surabaya. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membuka rakor optimalisasi pendapatan daerah di Surabaya. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya koneksitas antar pemerintah daerah (pemda). Khususnya dengan penerapan sistem terpadu dalam meningkatkan pendapatan sekaligus mengamankan aset daerah.

Menurut Khofifah, koneksitas itu penting karena merupakan bagian dari bersatunya pusat data informasi. Baik antara organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) maupun keterhubungan dengan OPD di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) atau pemerintah kota (Pemkot).

Hal tersebut disampaikan saat Khofifah membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Penertiban Barang Milik Daerah, hari ini (23/4/2019) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. "Rakor ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk optimalisasi pendapatan serta penataan aset daerah lebih baik," ujar gubernur perempuan pertama di Jatim itu. 

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Pemprov Jatim bersama pemerintah dari 38 Kabupaten/Kota juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Selain penandatanganan ini, rakor juga untuk memetakan kendala atau penghambat optimalisasi dan penataan aset setiap daerah di Jawa Timur," terangnya. 

Khofifah berharap, ada tindak lanjut dari rakor yang dilakukan. Output rakor tersebut, dituntut untuk memunculkan sebuah sistem dengan format seperti online single submission dan cashless. "Kaitannya dengan semua yang elektronik seperti, e-planning, e-budgeting dan seterusnya mampu beriringan dengan apa yang dikenal dengan konsep smart seperti smart parking dan seterusnya," sebutnya. 

"Pada dasarnya setiap daerah sudah punya inovasi," tambahnya. Berbagai inovasi di setiap pemda, lanjutnya, harus terkoneksi antara satu dengan lainnya. Sehingga, mampu bersinergi untuk tujuan efektivitas optimalisasi pendapatan dan penertiban barang atau aset milik daerah.

Oleh karena itu, Khofifah menekankan perlunya sistem terpadu daring (online) untuk diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Harapannya ini nanti provinsi mampu mengoneksikan semua sistem yang diterapkan pemkab/pemkot di Jatim," pungkasnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Surabaya TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close