Ikuti Perubahan Zaman, Kemendikbud Buka Jurusan SMK Baru

Selasa, 23-04-2019 - 17:12 WIB Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES) Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Presiden Joko Widodo pernah meminta agar jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak monoton. Ia ingin agar jurusan di SMK disesuaikan dengan perubahan zaman.

Menanggapi hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membuka jurusan-jurusan baru. Dua di antaranya adalah E-Commerce dan Logistik.

Hal ini dinyatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad saat ditemui usai membuka kegiatan Pilot Project Kurikulum Implementatif Cloud Computing dari Amazon Web Services (AWS) di SMKN 11 Malang belum lama ini.

"Jurusan baru itu yang kemarin kita buka ada jurusan e-commerce. Kemudian ada logistik," ujarnya kepada MalangTIMES.

E-commerce adalah perdagangan online. Jurusan ini fokus pada bagaimana memanfaatkan konsep marketing, strategi bisnis, ekonomi dan computer science untuk mengembangkan sebuah bisnis menggunakan internet dan juga teknologi informasi.

"Untuk logistik, jadi dengan berkembangnya toko-toko online itu maka yang berikutnya adalah logistik, pengiriman. itu yang banyak sekali dibutuhkan," terang Hamid.

Jurusan logistik mempelajari tentang perencanaan dan management aliran barang dan pemasok, perusahaan, sampai barang diterima oleh konsumen. 

Dikatakan oleh Hamid, ada dua jurusan lagi yang ia lupa. Namun, untuk bidang-bidang yang belum matang seperti 3D Printing, dimasukkan ke dalam jurusan Multimedia sebagai matapelajaran.

"Ada lagi yang Virtual Reality. Itu kita masukkan di dalam tempat praktik. Jadi sebelum anak-anak praktik real pakai alat, pakai virtual reality dulu. Dia bisa menggunakan secara virtual bagaimana praktik memotong, mengelas, dan segala macam," paparnya lebih lanjut.

Hamid menegaskan, saat ini sekolah memang sudah harus mengembangkan jurusan-jurusan baru yang dibutuhkan di era teknologi ini. Salah satunya yakni Cloud Computing.

"Itu salah satu bidang yang seharusnya dipikirkan ke depan untuk menjadi salah satu bidang yang harus dikembangkan," ungkapnya.

Memang, bidang tersebut belum masuk di dalam spektrum. Akan tetapi sepanjang sudah ada industri yang menerima, maka tinggal diusulkan.

"Sepanjang sudah ada industri yang menerima, saya kira tinggal diusulkan ke direktorat untuk ditetapkan spektrumnya, kompetensi keahliannya," terangnya.

Lantaran saat ini Indonesia sudah memasuki revolusi industri ke-4, Hamid berharap bidang-bidang tersebut diperkenalkan ke siswa siswi SMK. Tentunya agar setelah lulus para siswa nanti diterima di dunia industri.

"Ke depan, bidang-bidang seperti Cloud Computing, Virtual Reality, 3D Printing, Tourism Campaign, Internet Hosting, dan segala macam bidang yang baru ini bisa kita perkenalkan kepada anak-anak SMK kita agar mereka nanti mendapatkan skill di bidang itu dan bisa diterima oleh beberapa perusahaan yang sudah menerapkan revolusi industri ke-4 ini," pungkasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close