Soal Adanya Penggelembungan Suara di Surabaya, Internal Golkar Terpecah

Selasa, 23-04-2019 - 17:22 WIB Partai Golkar Partai Golkar

JATIMTIMES, SURABAYA – Soal adanya dugaan penggelembungan suara hasil perhitungan Pemilu 2019, internal Golkar terpecah. DPD Partai Golkar Surabaya membantah ikut mendukung lima partai lain yang meminta dilakukan penghitungan ulang di Surabaya.

"Sehubungan adanya manuver parpol peserta pemilu terkait perselisihan suara, DPD Golkar Surabaya tidak terlibat. Ini sesuai dengan instruksi dari DPP Golkar agar jika ada perselisihan suara diselesaikan dalam musyawarah internal," kata Wakil ketua DPD Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni dilansir dari Antara.

Menurut dia, sesuai surat edaran dari Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar Nomor B-20/Bappilu/GOLKAR/IV/2019 tentang Penyelesaian Sengketa Perolehan Suara Caleg di Internal Partai Golkar, maka jika ada perselisihan/sengketa suara di antara sesama caleg baik di internal maupun eksternak Golkar agar diselesaikan secara musyawarah di internal partai.

Namun, lanjut dia, jika tidak memungkinkan diselesaikan secara musyawarah di internal partai agar diselesaikan melalui Mahkamah Partai Golkar dengan tidak melibatkan pihak ketiga. Ketua DPD Golkar kabupaten/kota dan provinsi dapat membantu menyelesaikan sengketa suara di internal caleg Golkar.

"Ketua umum DPP Partai Golkar sudah menginstruksikan kepada segenap DPP provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia untuk mengawal rekapitulasi secara cepat," katanya.

Ia menegaskan jika ada caleg Partai Golkar bergerak di luar surat edaran Bappilu DPP Partai Golkar, maka patut diduga tidak memahami konstitusi partai. Selain itu, lanjut dia, berpotensi menghambat proses rekapitulasi yang dilakukan KPU.

"Itu bertentangan dengan instruksi partai mengingat sampai hari ini DPD Golkar belum menerima aduan keberatan mengenai perselisihan hasil suara," katanya.

Seperti diketahui, lima partai politik di Kota Surabaya dan seorang caleg DPR RI telah melaporkan adanya kecurangan berupa penggelembungan suara pada ratusan tempat pemungutan suara saat penghitungan suara Pemilu 2019 ke KPU serta Bawaslu Surabaya.

Lima parpol tersebut adalah DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya, DPC Partai Gerindra Surabaya, DPC Partai Hanura Surabaya, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Surabaya, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan caleg DPR RI dari Partai Golkar Abraham Sridjaja.

Sementara itu, caleg DPR RI dari Partai Golkar Abraham Sridjaja belum bisa dikonfirmasi terkait laporan dugaan perselisihan suara ke Bawaslu Surabaya. Saat dihubungi melalui ponselnya terdengar nada dering, namun tidak diangkat. Begitu juga saat dihubungi melalui pesan whatsapp. 

Sebelumnya lima pimpinan partai politik di Surabaya menggeruduk kantor KPU Surabaya. Mereka adalah Musyafak Rouf dari PKB Surabaya, Sutadi dari Gerindra Surabaya, Hafid Su'aidi dari PAN Surabaya, Buchori Imron dari PPP Surabaya dan Edi Rahmat dari Hanura Surabaya.

Saat datang ke kantor KPU, mereka menyerahkan barang bukti dokumen C1. Ada ratusan lembar dokumen yang diserahkan. Dan disebutkan jika PDIP meraih suara lebih dari pada yang seharusnya didapat dalam penghitungan.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya Musyafak Rouf sebelumnya menduga PDI Perjuangan telah menggelembungkan suara Pileg 2019 di sejumlah TPS. Dari total 8.144 TPS di Kota Pahlawan, ada sekitar 24 persen yang digelembungkan.

"Temuan yang jelas itu, ada penggelembungan suara yang dilakukan oleh PDIP yang masif di beberapa TPS. Itu kegiatannya hampir sama, penggelembungan antara kisaran 20 sampai 30 suara per TPS," kata Musyafak.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Surabaya TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close