Akhirnya 15 Pedagang Sudah Tertampung di Rest Area Jalibar Kota Batu

Selasa, 14-05-2019 - 21:12 WIB Rest area Jalan Lintas Barat (Jalibar) di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES) Rest area Jalan Lintas Barat (Jalibar) di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES, BATU – Jalan Lintas Barat (Jalibar) di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu kini menjadi salah satu destinasi wisatawan di Kota Batu. Karena itu menjamur Pedagang Kaki Lima (PKL). Usai dibangun rest area akhirnyabeberapa pedagang itu dapat tertampung.

Rest Area yang dibangun di atas tanah khas desa (TKD) nampak sudah ditempati oleh pedagang. Meskipun belum semuanya bisa menempati tempat itu, kini sudah ada 15 pedagang menempati rest area tersebut. 

Mulanya para pedagang sebelum menempati rest area itu berjualan dengan mendirikan warung dari bambu di pinggir jalan. Setelah rest area itu usai dibangun mereka mendapatkan sewa di sana. Untuk per tahunnya mereka dikenakan biaya Rp 1 juta untuk sementara ini. Ukuran warung itu cukup besar yakni 12 meter persegi. 

Di sana mereka menjual makanan hingga tempat berjualan kopi. Selain itu juga disediakan gazebo yang cukup besar bersantai sambil menikmati pemandangan Gunung Arjuna jika cuaca sedang cerah.

Mereka yang berjualan di Jalibar Desa Oro-Oro Ombo itu merupakan warga asli dari desa tersebut. Karena itulah akhirnya pihak desa membangun rest area untuk berjalannya perekonomian. 

Ketua Paguyuban Rest Area Oro-Oro Ombo  Lasmadi mengatakan, untuk saat ini memang masih belum semua pedagang yang menempati rest area. Sehingga ada yang masih berjualan di tepi jalan. “Jumlah pedagang yang telah terakomodir sebanyak 15 orang dan sekitar 30 orang yang masih berjualan di pinggir Jalibar,” kata Lasmadi.

Hingga saat ini rest area itu masih dalam proses pembangunan. Untuk saat ini di sana sudah ada beberapa fasilitas. "Untuk sementara ini fasilitas yang sudah ada seperti air, toilet dan beberapa gazebo.  Sedangkan untuk lampu masih belum masuk. Ini jadi kendala ketika malam hari," imbuhnya.  

Sedang menjamurnya pedagang di tepi jalan Jalibar itu lantaran banyak masyarakat yang mampir di sana untuk istirahat ataupun melakukan swafoto dengan pemandangan gunung dan kota Batu. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Batu TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close