Olah TKP Kasus Mutilasi, Polisi Turunkan K9, Tim Inafis Polda Jatim Ikut Turun Tangan

Rabu, 15-05-2019 - 16:36 WIB Tim Inafis tengah memeriksa sejumlah pakaian yang sempat diamankan sebelumnya (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES) Tim Inafis tengah memeriksa sejumlah pakaian yang sempat diamankan sebelumnya (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kasus penemuan jasad yang dimutilasi di Pasar Besar, saat ini masih belum menunjukan titik terang siapa pelakunya. Namun pihak kepolisian masih terus berupaya melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Saat ini, Tim Inafis Polres Malang Kota, mendapatkan backup dari Tim Inafis Polda Jatim untuk melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di sana para personel dari Tim Inafis Polres Malang Kota maupun Tim Inafis Polda Jatim yang berjumlah sekitar 7 orang, melakukan sejumlah pengecekan mulai dari benda-benda yang ada di lokasi.

"Ada backup dari Inafis Polda, sehingga diharapkan bisa segera mengungkap kasus ini," ungkap Kapolres Malang Kota.

Di sana Tim Inafis juga membeber sejumlah pakaian yang diamankan sebelumnya, yang diduga merupakan milik pelaku mutilasi. Selain itu, pihak Polres Malang Kota, juga berupaya untuk menurunkan anjing dari K9 untuk mencari jejak kaburnya pelaku mutilasi.

"Anjing K9 diturunkan untuk menelusuri jejak kaburnya pelaku. Nantinya diawali dengan memberikan titik tolak pada anjing yang itu menjadi sumber mencari jejak pelaku," bebernya.

 

 

Dan dijelaskan Kapolres, jika saat ini identitas korban masih dalam penyelidikan. Warga yang melapor mengenai kehilangan anggota keluarganya, juga masih satu orang saja. Warga yang melapor tersebut merupakan warga Karangploso, Kabupaten Malang.

Mereka kehilangan anak berusia 15 tahun dan hilang sejak 27 April 2019 sampai saat ini. Namun dari hasil pemeriksaan dan pencocokan jenazah dengan bukti-bukti dari warga yang melapor tersebut, belum ada kecocokan jika korban mutilasi adalah keluarganya.

Lanjutnya, dari ciri korban, memang memakai celana dalam warna coklat dengan terdapat motif loreng. Dan informasinya, anak yang dilaporkan hilang tersebut, juga mempunyai celana dalam sejenis dengan motif loreng.

"Tapi setelah coba dicocokkan dengan difoto lebih dekat ternyata berbeda dengan milik dari anak yang dikatakan hilang ini, belum ada kecocokan," pungkasnya (15/5/2019)

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close