Potret Kebahagiaan Seorang Yatim Piatu di Probolinggo Usai Terima Sembako Gratis

Rabu, 22-05-2019 - 20:35 WIB Vivin Indriani, (menunjukkan jari 2) salah satu anak yang tinggal di panti Asuhan NU Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES) Vivin Indriani, (menunjukkan jari 2) salah satu anak yang tinggal di panti Asuhan NU Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Beberapa panti asuhan, Rabu (22/5) sekitar pukul 13.00 berkumpul di bank BNI, Jalan Suroyo Kota Probolinggo. 

Salah satunya adalah Vivin Indriani (18) yatim piatu yang bernaung di Panti Asuhan Nahdlatul Ulama (NU) di jalan KH Hasym Asyari, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

Kedatangan gadis yang biasa dipanggil Vivi bersama 50 yatim lainnya ke BNI, untuk menerima santunan berupa sembako (sembilan bahan pokok). 

Isinya, beras, minyak, gula dan sirup dan kebutuhan pokok lainnya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa. 

Mereka tampak sumringah usai menerima bingkisan tersebut.

Kepada sejumlah wartawan Vivi mengaku, senang bercampur bahagia menerima santunan. Sembako yang diterimanya, akan untuk makan sahur dan berbuka hingga lebaran tiba. 

Usai salat Idul Fitri, gadis kelahiran Desa Sumberbulu, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itu, akan pulang ke rumahnya. 

“Usai lebaran, kami diixinkan pulang. Untuk berkumpul bersama keluarga,” tandasnya.

Vivi nantinya, akan menemui bapaknya lantaran hanya tinggal orang tua laki yang ada. 

Selain itu, yang akan anjang sana berselaturahim ke tetangga dan sanak keluarga yang dekat dengan rumahnya. 

Setelah semuanya dilakukan, ia akan kembali ke panti asuhan dan hidup berdikari sendiri. 

“Setelah kangen-kangenan selesai, kami akan kembali ke panti asuhan. Hidup sendiri lagi bersama teman teman yang sebasib,” katanya.

Vivi tidak lama tinggal di panti asuhan NU yakni, sekitar 3 tahun. 

Ia meninggalkan bapaknya saat kelas 1 SMA. Dan tahun ini, Vivi lulus dari SMKN 3 Kota Probolinggo, jurusan kuliner atau memasak. 

Meski sudah lulus, ia tetap tinggal dip anti asuhan dan akan kuliah di Universitas Panca Marga (UPM). 

“Ya kepingin kuliah, di PGSD UPM. Pingin jadi guru,” tandasnya.

Saat ditanya, apakah sudah membeli baju lebaran, putri kedua dari dua bersaudara ini mengaku, sudah. 

Ia dibelikan pihak panti asuhan dan setuiap anak dijatah Rp 300 ribu. 

Uang segitu, dirasa cukup untuk membeli baju yang akan dipakai saat lebaran. 

“Yang penting kan bukan bajunya. Tapi nilai dari pemberian itu. Tidak biisa diukur dengan apapun. Kami bangga tinggal di panti asuhan,” katanya.

Sebab, selain bisa berkumpul dengan teman dari berbagai usia, juga bisa belakar mendiri, tidak bergantung pada orang tua. 

Di panti asuhannlah bisa belajar ngaji dan agama serta ditempa kemandirian, tidak tergantung pada orang lain. 

Bahkan, terkadang Vivi menjadi orang tua atau ibu dari adik-adiknya. 

“Di panti, kami bisa berperan apa saja. Kadang jadi kakak, orang tua, bahakan menjadi teman,” pungkasnya.

Sementara itu,  Pemimpin BNI Cabang Probolinggo Sri Wijayanti mengungkapkan, bingkisan berupa paket sembako diberikan ke 200 yatim piatu dari berbagai yayasan. 

Tujuannya, paket sembako gratis tersebut, bisa membantu memenuhi sebagian dari kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan. 

“Bingkisan ini kami berikan ke anak-anak yang belum beruntung,” ujar Sri Wijayanti

Selain itu BNI yang dipimpinnya juga menyerahkan bantuan kepada tiga masjid maupun mushola. 

Bentuk bantuannya berupa karpet, dan sound system atau pengeras suara, Mukena dan sarung. 

Tujuannya untuk mempercantik tempat ibadah dan kenyamanan sound system. 

“Jadi saat lebaran, semuanya baru. Tempat ibadah, sarung, mukend dan pengeras suaranya baru. Program ini tidak di sini, tetapi cabang BNI di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close