Antisipasi Lonjakan Harga Daging Jelang Hari Raya Idul Fitri, RPH Bentuk Satgas Pangan

Rabu, 22-05-2019 - 21:26 WIB Plt Direktur Utama PD RPH Kota Malang Ade Herawanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES) Plt Direktur Utama PD RPH Kota Malang Ade Herawanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, ibu - ibu rumah tangga kerap kali di hadapkan dengan berbagai kebutuhan pokok yang melonjak tinggi. 

Salah satu yang sering mengalami kenaikan harga tinggi yakni kebutuhan daging sapi. 

Lantaran setiap tahunnya rutinitas seperti itu selalu terjadi, Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) melakukan persiapan untuk operasi pasar.

 Kali ini, dengan membentuk tim satgas pangan bersama aparat kepolisian, dokter hewan, satpol PP dan yang lainnya untuk mempersiapkan inspeksi mendadak (sidak) di lapangan.

"Tim satgas pangan nanti bersama kasat reskrim dan yang lainnya akan melakukan sidak ke lapangan. Hal itu terkait dengan UU no 18 tahun 2009 tentang peternakan kesehatan hewan," ujar Plt Direktur Utama PD RPH Kota Malang Ade Herawanto, Rabu (22/5).

Sidak tersebut dalam rangka untuk mengingatkan masyarakat terkait penyembelihan hewan agar berpangku pada aturan yang ada. 

Ketika ditemui pedagang yang melanggar Undang - Undang akan dikenai denda pidana.

"Misalnya kita lihat di daerah Timur, orang sembelih ayam itu nggak di sembelih tapi dicekik, kemudian di masukin air panas itu kan langgar undang - undang. Begitupun daging sapi atau kambing, ketika menyembelih tanpa ada sertifikasi kesehatan maupun MUI tentang halal akan kami peringatkan. Sekali dua kali nggak bisa, akan ditindak petugas apalagi kita melibatkan tim reskrim," imbuh dia.

Hanya saja, sidak tersebut nantinya akan bersifat senyap dan tidak terbuka. 

Apalagi, harga daging saat ini berkisar di angka R0 60 ribu - Rp 127500 ribu per kg (tergantung variasi spek dagingnya). Hal itu yang dikhawatirkan naik saat mendekati lebaran.

Karena itu, pihaknya akan memastikan lonjakan harga di pasaran tidak terlalu tinggi. 

Sehingga ibu - ibu runah tangga tidak perlu khawatir dan tetap bisa memasak dengan tenang saat lebaran tiba.

"Karena sifatnya sidak ini nanti untuk pembinaan jadi tidak seperti operasi resmi. Biasanya tiap tahun itu harga daging naik Rp 20 - Rp 30 ribu, mudah - mudahan meski naik tidak terlalu tinggi. Kasian ibu - ibu rumah tangga nanti, dan ini tugas kami untuk memastikan harga tersebut," pungkas dia.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close