Ketua NU Jatim : Sudah Jadi Dewan, Lupa NU Bisa Kualat

Rabu, 19-06-2019 - 16:00 WIB Ketua NU Jatim KH Marzuki Mustamar (3 dari kanan) saat akan meresmikan gedung yang dinamakan KH Tolchah Hasan di Unira, Kepanjen (Nana) Ketua NU Jatim KH Marzuki Mustamar (3 dari kanan) saat akan meresmikan gedung yang dinamakan KH Tolchah Hasan di Unira, Kepanjen (Nana)

JATIMTIMES, MALANG – Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim), KH Marzuki Mustamar, memberikan tausiyah dalam acara Halal Bihalal PCNU Kabupaten Malang dan peresmian gedung KH M Tolchah Hasan di Unira Malang, Rabu (19/06/2019).

Tausiyah yang disampaikan KH Marzuki Mustamar, selain membahas terkait makna fitri. 

Juga menyampaikan beberapa hal terkait hasil pemilu 2019 lalu, khususnya terkait para kader NU yang berjuang memperebutkan kursi legislatif. 

Baik ditingkat pusat, provinsi Jatim sampai tingkat Kabupaten.

Dirinya menegaskan, bagi para kader NU yang memakai kendaraan PKB dan berhasil meraih kursi legislatif, jangan sampai  kualat kepada NU.

"Jangan sampai saat maju membawa nama, simbol NU, tapi setelah jadi dewan lupa. Jangan durhaka kepada NU karena cepat balasannya," ucap KH Marzuki Mustamar, Rabu (19/06/2019) kepada seluruh warga Nahdliyyin.

Melupakan NU setelah meraih kursi dewan, ucapnya, adalah para kader NU dari PKB yang berangkatnya membawa Panji Islam. 

"Setelah jadi hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak lagi menyerap dan membantu NU. Jangan sampai gitu ya, kualat nanti," ujarnya sambil mencontohkan beberapa sosok yang akhirnya hidup sengsara di dunia.

Banyak hal yang bisa dilakukan para dewan dari PKB yang secara sejarah berasal dari rahim NU ini. 

Misalnya, kata KH Marzuki Mustamar, dengan membantu secara total berbagai sektor di tubuh NU. 

Misalnya, dengan terus membantu melakukan komunikasi kebutuhan warga Nahdliyyin, setelah menjadi dewan kepada pihak eksekutif.

Selain memberikan beberapa nasehat, KH Marzuki Mustamar pun, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh kader NU, baik yang berada di PKB maupun lainnya. 

Atas keberhasilan raihan dalam pemilu 2019. Dimana di tingkat pusat, walau masih dalam proses sengketa, pasangan Jokowi-Ma'ruf yang merupakan orang NU menjadi pemenangnya.

Ditingkat provinsi Jatim dan Kabupaten Malang pun, para kader NU dari PKB, berhasil secara maksimal dalam memperebutkan kursi dewan.

Tercatat, 12 kursi sudah dipastikan aman di tangan para caleg PKB. Sedangkan satu kursi lainnya, ucap KH Marzuki, masih dalam proses.

"Harapan saya jadi 13 kursi nantinya di Kabupaten Malang. Sehingga Ketua dewan dipegang orang NU. Lalu orang NU yang pegang, Insya Allah barakah untuk masyarakat. Terpenting jangan lupa NU, memperkaya diri sendiri setelah dapat kekuasaan. Kualat nanti," pungkasnya.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close